Home Headline TPQ Baitussolihin Untuk Santri Marjinal Kualitas Internasional

TPQ Baitussolihin Untuk Santri Marjinal Kualitas Internasional

Semarang, 17/5 (BeritaJateng.net) – Jika kekakayaan dapat membuat kita semakin banyak kesempatan membantu orang lain maka berjuanglah menjadi kaya.

Prinsip inilah yang dipegang Fredy Sidiki, penguasaha muda, pendiri Taman Pendidikan Quran (TPQ) Smart Baitussolihin di Jalan Srikandi Kelurahan Plombokan Kecamatan Semarang Utara.

Pria kelahiran Gorontalo 30 Oktober 1970 ini bertekad mendirikan TPQ yang berbeda. ” TPQ Smart Baitussholihin ini didirikan khusus untuk anak-anak dari keluarga marjinal namun sistem pendidikan berkualitas internasional,”terang Fredy.

Alasan Fredy membuat TPQ marjinal berkualitas internasional ini karena banyak keluarga tidak mampu yang ingin mendapatkan pendidikan terbaik untuk anak-anaknya tapi terkendala biaya.

“Kami menggratiskan biaya untuk semua murid dan secara khusus dibuka untuk menampung santri, anak-anak dari keluarga pemulung, tukang becak, tukang ojek, satpam, office boy terdekat masjid tapi terbuka juga untuk umum,” tambah Fredy.

Untuk menjaga kualitas, para pengajar memiliki standar tinggi. “Kami dampingi murid dengan mentor-mentor terbaik. Ada yang lulusan luar negeri. Kami juga punya mentor para hafidz Alquran,” tegas suami dari Elisa Primasari Mahaputri.

Materi dasar yang diajarkan fokus untuk pembentukan karakter. “Akhlak dan etika kami utamakan. Maka ajaran dasar tentang adab, adab di masjid, adab terhadap orang tua, terhadap sesama. Kemudian baru ke teknis seperti tata cara wudlu, belajar baca Alquran, surat pendek, bahasa inggris dan bahasa arab,” jelas Fredy lagi.

Ayah dari Diah Ayu Sidiki dan Danastri Aisyah Sidiki menambahkan setelah karakter terbentuk sistem diarahkan untuk menyiapkan kualitas santri yang siap menjadi pemimpin Islam masa depan.

“Kami ajarkan kepemimpinan dan bahasa asing. Ada 6 mentor yang mengajar Bahasa Inggris dan sarjana Bahasa Arab lulusan Arab Saudi. Dengan menguasai bahasa asing, anak-anak kita siapkan mampu bersaing di masa depan.”

Sementara Anik, salah satu orang tua murid tampak semangat menunggu di depan masjid. Dia bahagia karena anaknya dapat belajar agama dengan lebih baik dan gratis. “Ya biar anak saya bisa baca Alquran, jangan seperti orang tuanya,” kata Anik yang bersuamikan seorang pemulung.

Arum Mikayla salah satu rekanan yang mendukung semua program di TPQ Smart Baitussolihin menyebut sistem pendidikan yang dijalankan sangat mendukung pengembangan pendidikan Islam di era modern ini.

TPQ juga menyediakan wifie gratis dan mentor untuk mendampingi siswa belajar jarak jauh setiap pagi.

“Ini dakwah cara milenial. Kita bahkan mendampingi anak-anak yang belajar daring agar lebih mudah memahami pelajaran dan terkontrol dari dampak buruk penggunaan internet,” jelas Arum.

Diluar pendidikan, TPQ Smart Baitussolihin juga membuka program sunat gratis bekerjasama dengan relawan dokter Dimas Tri Anantyo Sp.A. Program ini akan dibuka selamanya. “Siapa yang ingin sunat gratis tinggal datang dan mendaftar akan selalu dilayani. Juga santunan anak yatim dan duafa setiap bulan,” pungkas Arum. (Shinta/El)