Home Lintas Jateng Tower Ilegal Dibongkar 50 Persen

Tower Ilegal Dibongkar 50 Persen

Dua pekerja terlihat menaiki tower setinggi 50 meter di Dusun Sudan Lor Kelurahan Pesaren Kecamatan Warungasem, untuk melakukan pembongkaran, Senin (17/11) (BJ/FUH)Dua pekerja terlihat menaiki tower setinggi 50 meter di Dusun Sudan Lor Kelurahan Pesaren Kecamatan Warungasem, untuk melakukan pembongkaran, Senin (17/11) (BJ/FUH)
Dua pekerja terlihat menaiki tower setinggi 50 meter di Dusun Sudan Lor Kelurahan Pesaren Kecamatan Warungasem, untuk melakukan pembongkaran, Senin (17/11) (BJ/FUH)Dua pekerja terlihat menaiki tower setinggi 50 meter di Dusun Sudan Lor Kelurahan Pesaren Kecamatan Warungasem, untuk melakukan pembongkaran, Senin (17/11) (BJ/FUH)
Dua pekerja terlihat menaiki tower setinggi 50 meter di Dusun Sudan Lor Kelurahan Pesaren Kecamatan Warungasem, untuk melakukan pembongkaran, Senin (17/11) (BJ/FUH)

 

Batang, 17/11 (Beritajateng.net) – Base Transmission Station (BTS) yang terletak di Dusun Sudan Lor Kelurahan Pesaren Kecamatan Warungasem akhirnya dibongkar, Senin(17/11). Selain belum mengantongi izin, pembongkaran itu juga karena adanya penolakan dari sebagian besar warga sekitar terkait adanya BTS milik PT Protelindo.

Kepala Dusun Sudan Lor, Afiyanto mengatakan, pembongkaran tower telah melalui proses panjang sekira empat bulan, bahkan sudah mendapat peringatan kedua dari Satpol PP Kabupaten Batang.”Tower itu  memang belum mengantongi izin. Sehingga masyarakat meminta untuk dibongkar,” ungkapnya saat ditemui di lokasi.

Afiyanto mengatakan, sebelum pembongkaran tersebut, telah terjadi pertemuan antara pihak Protelindo, warga dan perangkat pemerintahan. Dalam pertemuan di Balai Desa Pesaren telah terjadi kesepatakan terkait teknis pembongkaran tower.”Kemarin juga kesepakatan di balai desa. Pihak Protelindo menyanggupi pembongkaran hanya 50 persen. Namun warga menghendaki 100 persen. Akhirnya pak camat minta yang penting tidak tampak dari jalan raya,” ungkapnya.

Afiyanto memaparkan, terkait pembangunan BTS tersebut diduga pihak Protelindo sudah melakukan perizinan kepada kepala desa periode lalu.”Mungkin sudah langsung ke kepala desa yang dulu jadi yang baru ino tidak tahu,ujarnya.

Tokoh masyarakat setempat, Kuswanto mengatakan, masyarakat memang setuju dengan pembongkaran. “Maunya dibongkar total. Masalahnya, masyarakat tidak ada kompensasi, kemudian mengganggu lingkungan dan kena radius,” ujarnya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Batang Ulul Azmi, mengatakan, pihaknya melangkah sesuai dengan aturan. Sehingga jika tidak memiliki ijin maka tower tersebut harus dibongkar.”Pihak pengusaha telah menanggapi surat peringatan kami untuk dibongkar.Kalau nanti akan mendirikan lagi, dipersilakan dengan catatan, sesuai dengan aturan yang berlaku. Kelengkapan administrasi serta meminta persetujuan dari masyarakat sekitar, terutama yang berada dalam radius,”katanya.

Pembongkaran tower setinggi 50 meter sudah dilakukan sejak Sabtu (15/11) oleh empat pekerja. Dan berdasar kesepakatan pembongkaran itu hanya dilakukan sepanjang 25 meter atau separuhnya.(FUH/pj)

Advertisements