Home Lintas Jateng Tinjau Pasar Peterongan, Walikota Ingatkan Pedagang Tiban Jaga Kebersihan dan Kerapian

Tinjau Pasar Peterongan, Walikota Ingatkan Pedagang Tiban Jaga Kebersihan dan Kerapian

Tinjau Pasar Peterongan, Walikota Ingatkan Pedagang Tiban Jaga Kebersihan dan Kerapian

Semarang, 8/12 (BeritaJateng.net) – Menindaklanjuti berbagai keluhan warga masyarakat, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Kamis (8/12) pagi melakukan tinjuan ke sejumlah lokasi pasar tradisional di Kota Semarang. Didampingi sejumlah kepala SKPD, Walikota meninjau kondisi Jalan Lamper Tengah yang banyak dikomplain oleh warga masyarakat karena bau dan jorok. Tak hanya itu, kondisi semakin semrawut mengingat adanya pedagang tiban yang kurang kontrol.

“Dari tinjauan kami, memang ditemukan adanya kondisi yang semrawut baik dari sisi arus lalu lintas yang padat, jalan yang menyempit serta pedagang yang sembrono dalam artian tidak menepati janji bersih dan tuntas berjualan pada pukul 06.00 WIB,” ungkap Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi di tengah tinjauannya.

Untuk itu, Walikota meminta Dinas Pasar dan dinas terkait untuk melakukan kajian penyelesaiaan hal tersebut. Dua opsi yang bisa menjadi alternatif, lanjut Walikota, yang pertama adalah penegakan aturan artinya benar-benarclean dari aktifitas jual beli pada pukul 06.00 WIB atau opsi membuat pemisahan jalan. Atlernatif kedua ini, lanjutnya, diartikan sebagai upaya pemishan jalan untuk arus lalu lintas dan lokasi khusus untuk pengelompokkan pedagang sehingga tidak bercampur antara pedagang dan pengguna jalan.

Untuk kedua opsi itu, menurutnya masih diperlukan kajian lanjut pada tahun 2017. Harapannya, dengan penanganan yang baik dan tidak gegabah akan memberikan kenyamanan bagi warga masyarakat, penghuni di sekitar jalan Lamper, pedagang maupun pembeli.

Tak hanya meninjau kondisi pasar tiban Lamper Tengah, Walikota Kamis pagi ini juga meninjau kondisi perbaikan kawasan Pasar Konservasi Peterongan yang sudah hampir 3 tahun ini diperbaiki. Saat ini, perbaikan pasar sudah sampai tahap akhir hingga 96% dan direncanakan akan mulai memasukkan pedagang pada awal tahun 2017.

Pasar Konservasi Peterongan memiliki kapasitas 382 lapak yang akan dihuni oleh pedagang asli pasar Peterogan. Sedangkan pedagang yang masih berjualan dijalan akan di tata ditahun 2018 mengingat kajian baru akan dilaksanakan ditahun 2017.

Selanjutnya, Pemkot Semarang juga akan melakukan revitaslisasi bangunan pasar peterongan bagian belakang yang tidak masuk bangunan konservasi menginggat saat ini banyak sekali lapak yang sudah terlihat kumuh, bocor dan tak layak.

Sementara itu Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko menyebutkan sebenarnya untuk pedagang yang berjalan di pinggir jalan ini sebelumnya sudah dipikirkan pemkot Semarang dengan pembangunan pasar Peterongan secara menyeluruh dengan bangunan baru. Akan tetapi karena aturan yang diterbitkan pemerintah pusat menyebutkan Bangunan Pasar Peterongan merupakan bangunan Cagar Budaya maka pembangunan yang semula didesain untuk menampung 1600an pedagang batal dilaksanakan. (Bj/EL)

Advertisements