Home Nasional Tim Robotik Unissula Kewalahan Urus Visa Gara-gara Nama Islami

Tim Robotik Unissula Kewalahan Urus Visa Gara-gara Nama Islami

Walikota Semarang Hendrar Prihadi bertemu dengan tiga mahasiswa Unissula peraih juara lomba robotik Internasional.

Semarang, 21/4 (BeritaJateng.net) – Kerja keras dan doa jadi kunci kemenangan tim robotik Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang hingga menyabet gelar juara umum pada kontes robot Internasional yang diselenggarakan di Oosting Gymnasium Trinity College Ferris Athletic Center, Hartford, Amerika Serikat.

Tim robotik ini terdiri dari tiga mahasiswa Fakultas Teknologi yaitu Faisal Aminuddin, La Ode Muhammad Idris, dan Ahmad Zuhri. Perjalanan menjadi jawara tak semulus diperkirakan. Banyak kendala baik teknis maupun nonteknis yang dihadapi mereka hingga akhirnya sukses menyabet gelar juara umum.

Satu diantara kendala kala itu adalah berbelitnya pengurusan Visa ke Amerika Serikat lantaran nama-nama anggota tim robotik asal Unissula kental dengan nama islami.

“Dari awal kami sudah dibuat deg-degan. Jangan sampai gara-gara nama kami tidak bisa berangkat ke Amerika,” kata dosen pembimbing tim, Tri Artini Dwi Prasetyowati saat bertemu Wali Kota Semarang, di Kantor Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Rabu (20/4).

Tak hanya itu saja, adanya salah komunikasi dengan perubahan peraturan pemakaian sensor pengaktifan robot, hal ini membuat tim hampir tidak bisa mengikuti lomba.

P_20160420_113518

“Ada perubahan sensor dari amplitudo berganti menjadi arus frekuensi. Robot kami belum memakai sensor frekuensi sehingga kalau tidak diganti robot tidak bisa diaktifkan. Sehingga h-1 perlombaan kami berusaha mencari komponen tersebut dan berkat doa kami bisa mendapatkan komponen,” ujar La Ode Muhammad Idris.

Tim robotik Unissula didampingi oleh Rektor, Anis Malik Thoha. Anis mengatakan mereka berhasil mengalahkan 80 pesaingnya dari berbagai negara seperti China, Tiongkok, Israel, dan berbagai negara bagian di Amerika Serikat.

Menurut Rektor, lomba terbagi dalam 4 kategori yakni tingkat junior atau dasar, tingkat high school, senior untuk mahasiswa dan umum, dan walking category untuk robot pemadam api berkaki. Sesuai peraturan dan kategori lomba, tim Unissula mengikutsertakan empat robot yaitu dua robot pemadam api beroda yang dinamai Khaum I dan Khaum II serta dua robot pemadam api berkaki, dengan nama Sultan Agung I dan Sultan Agung II, lanjutnya.

Tim robotik Unissula berhasil meraih gelar juara umum setelah memborong berbagai juara dalam sejumlah kategori lomba yang diselenggarakan. Diantaranya, robot pemadam api beroda yang menjadi juara I dan II pada kategori senior. Sedangkan untuk kategori robot pemadam api berkaki, meraih juara juara I dan II sekaligus penghargaan robot dengan performa terbaik serta best score.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perjuangan dan prestasi yang telah diraih tim robotik dari Unissula.

“Keberhasilan ini merupakan embrio bagi kreativitas pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang harapannya dapat menginspirasi generasi muda lainnya,” ungkap Walikota.(bj05)