Home Headline Tim Penggerak PKK Desa Tuntut Insentif Kader

Tim Penggerak PKK Desa Tuntut Insentif Kader

298

UNGARAN, 5/7 (Beritajateng.net) – Ibu ibu tim penggerak PKK di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang minta pemkab Semarang dan Pemprov Jateng mengalokasikan anggaran insentiv bagi kader PKK desa. Insentif ini dimaksudkan agar kegiatan PKK bisa lebih terprogram dan bisa ikut menunjang kemajuan pembangunan di desa.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Bener Ibu Benny mengungkapkan, selama ini pengurus PKK Desa merasa kesulitan dalam merekrut pengurus dan melaksanakan program PKK. Hal itu dikarenakan sangat terbatasnya anggaran yang tersedia untuk operasional kegiatan PKK di tiap desa.

“Kalau memungkinkan kami mohon bisa dianggarkan dana insentiv untuk kader PKK desa agar kegiatannya bisa optimal,” ungkapnya dalam silaturahmi Kepala Desa dan Tim Penggerak PKK desa se Kecamatan Tengaran dengan Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah bertempat di RM Joglo Pinggir Kembangsari, Minggu (5/7).

Istri Kepala Desa Bener ini menjelaskan, selama ini kegiatan kegiatan PKK di desanya menggunakan anggaran yang bersumber dari Pemerintah Desa namun jumlahnya dinilai sangat sedikit dan hanya digunakan untuk konsumsi rapat rapat pengurus. Jumlah anggaran keseluruhan selama satu tahun sebesar Rp. 15 juta.

“Insentiv hanya diberikan bagi pengurus yang mewakili PKK Desa dalam mengikuti rapat baik di kator kecamatan maupun kabupaten,” katanya.

Menanggapi permintaan tim penggerak PKK tersebut, Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Bambang Kusriyanto mengungkapkan, pada akhir masa jabatan dirinya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Semarang (tahun 2019) sudah menganggarkan bantuan untuk PKK Desa masing masing sebesar Rp 5 juta. Namun informasinya dana tersebut dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“Informasinya dialihkan untuk penanganan Covid-19. Nanti kalau dananya tidak jadi digunakan untuk Covid biar dikembalikan untuk PKK Desa lagi di Perubahan (APBD Perubahan 2020),” ujarnya.

Sedangkan kalau minta dianggarkan dari Pemprov Jateng, menurut Krebo dinilai masih memungkinkan. Karena kalau seluruh desa di Jateng mendapat alokasi yang sama misalnya Rp. 10 jutaan maka keseluruhan hanya dibutuhkan sekitar Rp. 80 miliar.

“Sangat memungkinkan dari anggaran provinsi. Bentuknya Bankeu Desa untuk operasional PKK. Tapi kalau untuk insentive tidak memungkinkan,” bebernya.

Silaturahmi Kepala Desa dan Tim Penggerak PKK se Kecamatan Tengaran dengan Ketua DPRD Jateng ini juga diisi dengan penyerahan alat pelindung diri (APD) yang diberi nama Jogo Tonggo Kit meliputi Baju Hazmat, Masker Kain, Sarung Tangan, Sepatu Booth, Disinfektan dan Thermogun. Bantuan diserahkan oleh Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto dan disaksikan Kepala Puskesmas dan Camat Tengaran serta Anggota FPDI Perjuangan DPRD Kab Semarang Rudjito dan Gunawan Tri Rahmadi (Jepang).

(NK)