Home Headline Tiga Tahun Mangkrak, Warga Pertanyakan Kepastian Pembangunan Jembatan Antar Desa

Tiga Tahun Mangkrak, Warga Pertanyakan Kepastian Pembangunan Jembatan Antar Desa

229

BLORA, 1/7 (Beritajateng.net) – Sudah hampir tiga tahun jembatan antar desa, di desa Talokwohmojo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora mangkrak. Warga setempat mulai resah menanyakan kapan mulai dibangun kembali.

Melalui kepala desa Talokwohmojo Ernawan, warga mulai resah, menanyakan soal kepastian dibangunya jembatan yang menghubungkan desa Karangtengah dan desa Talokwohmojo, tepatnya di dukuh Canggah.

Ini lantaran, dengan putusnya jembatan tersebut, warga dukuh Canggah harus memutar sepanjang tiga kilometer, jika mau pergi ke jalan besar untuk membawa hasil pertanianya maupun keperluan lainya.

Sebelumnya PT SGT GSS Trembul yang merupakan mitra PT Pertamina Asset 4 Field Cepu, yang telah melaksanakan Kerjasama Operasional (KSO) pengeboran di SGT 1 berkomitmen kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, untuk membangun jembatan itu.

Dikarenakan alat berat operasional PT SGT GSS Trembul, melewati jembatan tersebut. Dan menurut warga setempat, jembatan itu rusak, juga karena alat berat yang melaluinya.

“Sudah tiga tahun ini mas, jembatan itu mangkrak, kalau warga kami inginya ya segera dibangun. Itu saja,” ucap Ernanto saat ditemui dikantornya (Rabu, 1/7/2020).

Menurutnya, jembatan itu oleh PT SGT GSS Trembul selesai sebelum lebaran kemarin. Namun sampai saat ini belum ada kejelasanya.

“Katanya sebelum lebaran kemarin, sudah selesai. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasane. Alasanya karena terkendala covid-19,” imbuhnya.

Sementara pihak PT SGT GSS Trembul, saat dikonfirmasi melalui salah satu karyawanya, Agus Pamuji Widodo, membenarkan hal tersebut.

“Awalnya memang benar SGT menargetkan akhir Juli kemarin selesai, namun karena ada kendala di management kami, dan adanya Covid – 19 akhirnya tidak berani,” jelas Agus.

Ia menambahkan dari hasil rapat terakhir PT SGT GSS Trembul menrgetkan ulang, yaitu akhir September mendatang jembatan tersebut sudah jadi.

“Akhir September nanti targetnya selesai, karena bordingnya sudah ada, tinggal PT Wika mengirim ke Blora,” Imbuhnya.

Menurutnya mangkraknya jembatan itu tidak tiga tahun, namun 2019 kemarin. Karena sebelumya ada komitmen menyelesaikan proyek pengeboran dulu, setelah selesai baru pembangunan jembatan. (Her/El)