Home Headline Tiga Pelaku Ilegal Loging Dibekuk Polisi

Tiga Pelaku Ilegal Loging Dibekuk Polisi

image

Semarang,10/4, (Beritajateng.net) – Berdalih untuk membuat rumah dari kayu jati, Ngateman alias Man Kancil (50) warga Kecamatan Pegandon, Kendal rela membalak kayu jati berusia 38 tahun, milik Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kendal.

Akibat aksinya tersebut, Ia ditangkap bersama dua temannya yakni Juminto alias Kastur warga Kec Singorojo Kendal bertugas pemotong pohon, dan Moh Indarto alias Togok, warga Kec Mijen Semarang bertugas sebagi sopir.

Ngateman mengaku, kelompoknya tersebut sudah beraksi sekitar satu tahun lebih. Dalam jangka waktu tersebut, kayu jati yang sudah mereka tebang, bahannya digunakan untuk membangun rumah, yang kemudian dia jual kembali.

“Sudah beberapa kali saya mencuri kayu. Dari hasil itu lalu saya buat bangun dua rumah, yang kemudian saya jual tiap rumahnya laku Rp 25 juta,” kata Kancil saat gelar perkara di Mapolsek Ngaliyan, Semarang, Jumat (10/4).

Kapolsek Ngaliyan Kompol Bero Suprihatin mengatakan, pengungkapan kasus ini berasal dari laporan Kepala RPH Teguh Supriyanto. Dalam laporan tersebut ditengarai telah terjadi penebangan liar di petak 51 RPH Kedungpane Ngaliyan Kota Semarang, pada Minggu (15/2) pukul 23.30.

“Petugas yang mendapatkan laporan langsung mengecek lokasi. Dari lokasi tersebut petugas mencurigai sebuah mobil Mitsubishi L300 warna putih yang berusaha menghindari petugas,” jelasnya.

Petugas yang menghentikan ternyata sopir yakni Togok mengaku ingin menjemput Katsur, setelah ditelusuri, katsur merupakan penebang kayu jati tersebut.

“Jadi sopir Togok juga terlibat aksi pembalakan kayu Ilegal Loging. Karena saat diperiksa, dia akan menjemput seorang temannya bernama Katsur yang menebang kayu,”imbuhnya.

Dari informasi Katsur itulah, petugas lalu menangkap Man Kancil yang merupakan otak komplotan penebang liar. Didapat pula barang bukti berupa 14 batang kayu jati berbagai ukuran dan panjang 4 meter, 1 mobil L300 nopol H-1152-AM, 2 buah gergaji geranggang dengan panjang 120 cm, dan 1 mobil Opel Blazer bernopol B-1154-FE.

Akibat perbuatan komplotan ini, negara dirugikan sekitar Rp 100 juta, kemudian para pelaku dijerat UU no.18 tahun 2013, tentang pengrusakan hutan, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.(BJ04)