Home Lintas Jateng Tiga Difabel Ini Diterima Bekerja di Perusahaan Semarang

Tiga Difabel Ini Diterima Bekerja di Perusahaan Semarang

Ketiga Difable berfoto bersama, usai melangsungkan test di Kantor Marimas Semarang.

Semarang, 18/5 (BeritaJateng.net) – Tiga karyawan difabilitas (Tuna Daksa) bergabung dalam perusahaan produsen consumer goods Marimas PT Ulam Tiba Halim dikantornya Kawasan Industri Candi blok D 21 Semarang.

Hal tersebut disampaikan oleh Manajer HRD PT. Ulam Tiba Halim Elizabeth Sapti Handayani. Menurutnya, penerimaan ketiga karyawan difabel sebagai wujud persamaan hak untuk mendapatkan suatu pekerjaan. Perusahaannya menilai selama karyawan mampu berkarya dan sanggup, maka peluang selalu terbuka.

“Terlepas dari Undang-Undang yang ada, kami sebenarnya sudah pernah menerima karyawan difabilitas yang ada di cabang Tegal. Ini kita menerima tiga karyawan difabel untuk posisi Sales Motoris,” terangnya.

Lanjutnya, penerimaan karyawan difabilitas merupakan kebijakan pimpinannya, Haryanto Halim, yang beberapa waktu lalu membaca berita diberbagai media, jika pemerintah kota Semarang akan menggelar job fair khusus difabel. Kemudian pihak Marimas berupaya mengawali dengan membuka langsung lowongan pekerjaan bagi difabilitas tersebut.

“Pimpinan kami langsung menghubungi komunitas difabel, mencari apakah ada yang berminat untuk bergabung, ternyata ada, kita panggil dan langsung tes kerja,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan tes kerja, pihaknya memang memberikan beberapa toleransi persyaratan kerja seperti bebas minimal pendidikan dan tak berbatas usia. “Kami lakukan tes tertulis dan wawancara, prosedur sama seperti karyawan yang normal, namun pengecualian difabel pada tak membatasi pendidikan dan usia,” katanya.

Pihaknya juga mendorong untuk para difabel untuk segera memasukan lamaran pekerjaan di 25 cabang Marimas yang tersebar di pulau Jawa. Penempatan akan disesuaikan lokasi domisili pelamar.

“Kami menyediakan lima posisi Sales Motoris di tiap titik cabang yang ada di pulau Jawa bagi karyawan difabel, semoga bisa dimanfaatkan dengan baik,” bebernya.

Rencananya, per 21 Mei karyawan difabel mulai aktif bekerja. Motor roda tiga mereka akan dimodifikasi dengan rombong, jika terkendala kesulitan maka cukup dibekali ransel besar. Selama menjadi karyawan hak-hak mereka sama dengan karyawan lainnya seperti gaji UMR, tunjangan kesehatan, bonus dan lainnya.

Sementara itu, Direktur PT Ulam Tiba Halim, Haryanto Halim meyakini jika karyawan difabel memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan orang normal. Mereka malah sering memiliki etos dan semangat lebih baik. Justru yang normal kadang tidak tangguh, terlalu memilih dan mudah bosan.

“Mereka tak butuh dikasihani, ini bisa menginspirasi lainnya bahwa yang difabel mampu berkarya. Fasilitas tidak kami bedakan karena itulah harkat dan martabat difabel,” jelasnya, saat dihubungi lewat seluler.

Edi Suwarsono salah satu difabel yang diterima bekerja merasa senang ada perusahaan yang menampung para difabel untuk berkerja. Bahkan ia tak harus repot mencari lowongan, malahan pihaknya justru dicari.

“Jarang ada perusahaan seperti Marimas yang justru mencari kami, biasanya kamilah yang mencari dan kebanyakan malah ditolak,” terangnya.

Difabel lainnya yang diterima bekerja yakni Rohadi dari Bawen kabupaten Semarang dan Iwan Mahroji dari Kudus, akan ditempatkan sesuai wilayah domisili masing-masing.

Ketua Komunitas Difabel Semarang Noviana Dibyasari yang turut mendampingi tes kerja memberikan semangat jika kesempatan ini harus dibuktikan bahwa difabel bisa berkarya dan kesempatan untuk bekerja di perusahaan selalu ada.

“Bahkan kalau bisa menempati posisi yang cukup tinggi, tak hanya sebagai Sales Motoris untuk tuna daksa. Kesempatan diposisi lainnya terbuka, lantaran kemampuan mereka ada juga dibidang IT,” ucapnya.

Kedepannya Novi akan berupaya untuk lebih banyak perusahaan yang menampung para difabel sebelum job fair khusus difabel diadakan oleh Pemkot Semarang paska Lebaran mendatang.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Asosiasi HRD, mereka akan memetakan kebutuhan di posisi apa saja yang ada bagi difabel. Marimas sudah mengawali dan menjadi pionir, ini sangat menginspirasi bagi perusahaan lainnya juga,” tambahya.(BJ06)