Home Headline Tiga Bulan Terendam Banjir, Warga Sayung Enggan Mengungsi

Tiga Bulan Terendam Banjir, Warga Sayung Enggan Mengungsi

Tiga Bulan Terendam Banjir, Warga Sayung Enggan Mengungsi
        Demak, 15/2 (BeritaJateng.net) – Banjir yang melanda Desa Sayung, kecamatan Sayung, kabupaten Demak, merendam ribuan rumah di 8 RW. Bahkan bencana akibat luapan Sungai Sayung Dombo sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir. Hingga saat ini, ketinggian air masih mencapai 40-70 sentimeter.
         Bupati Demak HM Natsir menemui langsung para korban banjir di Desa Sayung Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Tanpa alas kaki, Bupati turun dari perahu karet berjalan menuju salah satu rumah korban banjir.
         “Banjir ini memang hampir terjadi setiap  tahun. Secepatnya kami akan upayakan untuk membuat sabuk desa untuk menahan air yang akan masuk ke dalam pemukiman,” ujar Bupati.
         Bupati menambahkan, mengaku bahwa sudah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pamali Juwana (BBWS) untuk normalisasi sungai. Rencananya tahun ini akan dilakukan normalisasi.
         “Sungai Sayung Dombo sudah terjadi sedimentasi cukup tinggi. Aliran sungai hanya sekitar 15 meter, sisanya sedimen. Padahal luas sungai 45 meter,” paparnya.
Tiga Bulan Terendam Banjir, Warga Sayung Enggan Mengungsi
         Sementara itu menurut salah satu korban  d banjir Ahmadi (45) warga Dusun Lengkong, Desa Sayung, mengaku banjir kali ini terparah jika dibanding dengan tahun sebelumnya.
         “Biasanya tiap hujan pasti banjir, tapi ini paling parah soalnya hampir seluruh rumah warga terendam banjir,” kata dia.
         Selama tiga hari terakhir, aktifitas warga terhambat. Bahkan warga yang mayoritas petani tidak dapat bekerja di sawah. “Mulai banjir tiga bulan lalu, tapi parahnya tiga hari ini. Ya, tidak bisa apa-apa karena banjir,” tandasnya.
          Sementara itu menurut Kepala Desa Sayung, Munawir, mengatakan, saat ini penanganan warga korban banjir sudah dilakukan, akan tetapi warga masih membutuhkan logistik makanan dan keperluan anak – anak.
          “Pasokan logistik aman, tetapi keperluan anak-anak dan ibu-ibu sangat minim dan butuh bantuan secepatnya,” pungkas Munawir. (BW/El)