Home News Update Tes Kejiwaan 7 Jam, Ketiga Paslon Yakin Hasilnya Positif

Tes Kejiwaan 7 Jam, Ketiga Paslon Yakin Hasilnya Positif

Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sigit-Agus usai menjalani rangkaian tes kejiwaan di RSJ Amino Gondohutomo.
Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sigit-Agus usai menjalani rangkaian tes kejiwaan di RSJ Amino Gondohutomo.
Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sigit-Agus usai menjalani rangkaian tes kejiwaan di RSJ Amino Gondohutomo.

Semarang, 31/7 (BeritaJateng.net) – Para bakal calon wali kota dan wakil wali kota Semarang menjalani pemeriksaan psikologis yang berlangsung sekitar 7 jam di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Amino Gondohutomo.

“Tes kesehatan pada hari kedua ini lebih pada kejiwaan,” kata Hendrar Prihadi, salah satu bakal calon wali kota Semarang usai menjalani tes kesehatan rohani di RSJD Amino Gondohutomo Semarang, Kamis.

Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi berdampingan dengan Hevearita Gunaryanti Rahayu (Ita) diusung PDI Perjuangan, Nasdem, dan Demokrat pada Pilkada Kota Semarang 2015.

Ia menyebutkan ada banyak tahapan tes yang dilakukan, antara lain wawancara dan ada sesi yang menyodori 467 soal yang hanya diberikan waktu satu jam untuk menjawabnya sehingga cukup melelahkan.

“Ya, memang membutuhkan pikiran yang sangat fokus. Ada pula sesi yang harus menggambar, dari bentuk kotak dikembangkan jadi gambar apa, bentuk bulat dikembangkan gambar apa,” kata Hendi didampingi Ita.

Bakal calon lainnya, Sigit Ibnugroho Sarasprono-Agus Sutyoso, mengaku mampu menjalani pemeriksaan kesehatan dari aspek rohani yang menjadi salah satu tahapan untuk maju dalam Pilkada Kota Semarang 2015.

“Alhamdulillah, saya sudah melalui tahapan ini. Kalau hasilnya, yang tahu kan penguji,” kata Sigit didampingi Agus yang diusung Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Golkar pada Pilkada Kota Semarang 2015.

Pasangan Soemarmo HS-Zuber Safawi yang diusung Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Kebangkitan Bangsa juga mengaku bisa menjalani tes psikologis tersebut dengan baik.

“Kalau ditanya mana yang tersulit, dalam melakukan apa pun pasti ada bagian tersulitnya. Ya, ada banyak tesnya tadi, ada yang disuruh menggambar, menjawab pertanyaan, sampai wawancara,” katanya.

Wakil Direktur Bidang Administrasi RSJD Amino Gondohutomo Sri Mulyani mengatakan tes kesehatan rohani untuk kandidat pilkada itu, meliputi dua bidang, yakni psikiatri dan psikologi.

“Ada 7 dokter yang menangani tes kesehatan rohani ini. Hasilnya akan keluar dalam 1-2 hari ke depan dan akan diserahkan langsung pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang,” katanya.

Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono mengatakan ada banyak variabel dalam tes kesehatan rohani yang hasilnya nanti akan dipadukan dengan hasil tes kesehatan jasmani yang sudah dijalani kandidat.

Hasil tes kesehatan, baik jasmani maupun rohani, kata dia, akan menyimpulkan apakah para bakal calon mampu menjalankan tugas sebagai wali kota dan wakil wali kota secara sehat jasmani dan rohani.

“Ya, tergantung hasilnya (tes kesehatan, red.) nanti. Kami tidak bisa memaksakan atau melakukan intervensi apa pun. Kalau hasilnya dinyatakan tidak mampu, ya, tidak bisa kami paksakan,” katanya. (Bj)