Home Headline Tertulis Nama Di Amplop Dalam Dugaan Kasus Suap BPN Semarang, Kejari Periksa...

Tertulis Nama Di Amplop Dalam Dugaan Kasus Suap BPN Semarang, Kejari Periksa 3 Notaris

Tertulis Nama Di Amplop Dalam Dugaan Kasus Suap BPN Semarang, Kejari Periksa 3 Notaris
        Semarang, 8/3 (BeritaJateng.net) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang masih melakukan penyelidikan terhadap semua yang terlibat dalam kasus dugaan praktek pungutan liar di lingkungan Badan Pertanahan Nasional. Koota Semarang
       Selain memeriksa 4 orang oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional. Kota Semarang, Kejari Semarang juga memeriksa 6 saksi. Dari hasil pemeriksaan pemberi amplop keenam saksi yang diperiksa 3 diantaranya berstatus sebagai notaris.
         Kepala Kejari Semarang, Dwi Samudji, mengatakan ada 6 orang yang diperiksa. Mereka merupakan pemilik nama yang tertera dalam amplop.
         Dwi memang belum menjelaskan siapa nama-nama yang tertera karena pemeriksaan masih berlangsung
         Kejari masih mendalami asal uang tersebut dan untuk pengurusan dalam hal apa. Dwi menjelaskan 3 yang diperiksa hari ini merupakan utusan seseorang. “Ada 6 yang telah diperiksa ada 6 orang yang tertera pada amplop yang ada uangnya, 3 notaris dan 3 merupakan utusan, utusan siapa masih dilacak,” ujarnya saat di kantor Kejari, Kamis (8/3).
         Total amplop berisi uang yang disita Kejari Semarang dalam kasus tersebut mencapai 125 pucuk. Namun Dwi menjelaskan ada beberapa amplop dengan nama yang sama. Pihaknya juga akan memanggil nama lainnya yang tertera dalam amplop. “Dari jumlah tersebut ada yang amplop pemberinya sama, misal A, ada 4 amplop, nama lain juga akan kita panggil,” tambahnya.
          Lebih lanjut, diduga ada unsur pemaksaan dalam pemberian amplop. Tersangka menerima amplop kaitanya pengurusan hak tanah yang jumlahnya lebih besar dibanding biaya resmi. “Laporan ke saya ada unsur pemaksaan. Diluar biaya resmi itu yang di dalami,” katanya.
         Untuk diketahui, dalam kasus itu Kasubsi Pemeliharaan Data Pertanahan BPN Kota Semarang, Windari Rochmawati, ditetapkan tersangka oleh Kejari Semarang.
          Uang dengan jumlah total sekitar Rp 600 juta diamankan dari 125 amplop yang berada di laci meja kerja, kos, mobil, dan tas. Jumlah uang dalam amplop berbeda-beda sehingga perlu didalami faktor apa yang mempengaruhinya.  (Nh/El)