Home Hukum dan Kriminal Tersangka Korupsi Kolam Retensi Bertambah

Tersangka Korupsi Kolam Retensi Bertambah

image

Semarang, 5/6 (Beritajateng.net)-Kejati Jateng kembangkan empat tersangka terkait kasus korupsi kolam retensi Muktiharjo Kidul, Pedurungan.

Mereka yakni Rosyid Husodo, Kepala Bidang Sumber Daya Air Energi dan Geologi pada Dinas PSDA-ESDM, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom), Imron Rosyadi selaku konsultan pengawas dan Handawati Utomo selaku Direktur PT Harmonny Internasional Technonoly.

Penetapan tersangka tersebut setelah penyidik mengembangkan kasusnya dengan memeriksa sejumlah saksi, pada Senin (25/5) lalu. Dengan hasil menetapkan Tri Budi Joko Purwanto selaku Komisaris PT Harmony Internasional Technology dan Nugroho Joko Purwanto selaku pengguna anggaran.

Kepala Kejati Jateng Hartadi mengatakan kasus dugaan korupsi terjadi pada tahun 2014 yang diketahui pembangunan tersebut

“Jadi Dinas PSDA-ESDM Kota Semarang menganggarkan dana APBD Rp 33.727.000.000 untuk pembangunan kolam retensi Muktiharjo Kidul,” katanya.

Hartadi menambahkan proses lelang di LPSE, ditetapkan PT Harmoni Internasional Technology sebagai pemenang. sesuai SPMK nomor 050/11525 tanggal 1 September 2014 dengan masa pekerjaan selama 120 hari kalender (1 September -29 Desember) dengan masa pemeliharaan selama 180 hari terhitung 30 Desember-30 Juni 2015).

“Hasilnya ada indikasi korupsi, pada hasil penyelidikan pada 13 Februari lalu diperoleh bukti permulaan cukup berupa keterangan saksi dari Dinas PSDA-ESDM Semarang, rekanan, konsultan dan ahli dari Politeknik Undip serta dokumen terkait,” kata Hartadi.

Hingga kimi penyidik masih menunguu hasil audit perhitungan kerugian negara.

“Kita masih tunggu hasil audit. Dari situlah nanti akan diketahui kerugian negara,”tuturnya.

Kini para tersangka akan dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 UU nomor 31/ 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU nomor 20/ 2001 tentang pemberantasan tindak pidana koruspsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Dalam proyek tersebut disinyalir menyalahi rencana tata ruang wilayah (RTRW), diduga terjadi penyimpangan atas proyek pembangunan kolam retensi. Selain kolam retensi Muktiharjo, Pemkot Semarang diketahui juga awalnya merencanakan pembangunan embung untuk mengatasi banjir itu di tiga tempat lain. Yakni  di Tlogosari seluas 2,6 hektare, Bugen 1,5 hektare dan Kalicari luasnya mencapai  0,47 hektare, dan Muktiharjo Kidul 8 hektare.

Diketahui dari empat kolam retensi itu di Muktiharjo Kidul merupakan yang bersekala besar. Seluruh biaya pembangunan kolam retensi itu sebesar Rp 35 miliar dialokasikan pada APBD 2014.(BJ04)