Home Headline Tersangka Korupsi Dana Bansos Bertambah

Tersangka Korupsi Dana Bansos Bertambah

image

Semarang, 24/6 (Beritajateng.net)-Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah kembali menetapkan seorang tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) Pemprov Jateng tahun anggaran 2011.

Tersangka tersebut yakni Agoes Soeranto yang dalam kasus itu dulunya menjabat sebagai Kepala Biro Keuangan.

Kasus ini diduga merugikan negara Rp 26,9080.600 miliar. Dengan penetapan satu lagi tersangka, total telah ada 8 tersangka dalam kasus ini.

“Sampai saat ini, kami sudah tetapkan sejumlah tersangka, termasuk tersangka baru ini setelah kami lakukan pengembangan penyidikan. Kasus ini secepatnya akan kami dalami,” kata Kepala Kejati Jateng Hartadi, Rabu (24/6).

Dikatakan Hartadi bahwa sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Agoes sudah empat kali diperiksa sebagai saksi.

“Dia (Agus-Red) sudah beberapa kali diperiksa,”tukasnya.

Hartadi menambahkan Agoes diduga turut bertanggung jawab dalam penyimpangan penyaluran bantuan sosial tersebut karena mengeluarkan nota dinas yang ditujukan ke Biro Bina Sosial. Namun dalam nota dinas tersebut bila proposal yang diajukan melalui Biro Keuangan segera diproses dan dicairkan. Adapun banyaknya penyimpangan penyaluran bansos ini sendiri berawal dari keberadaan peraturan gubernur pada tahun 2011.

Hartadi menuturkan pada Februari 2011 terbit Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 6 yang mengatur tentang penyaluran bansos.

“Jadi dalam pelaksanaannya pencairan dana masih banyak kelompok masyarakat yang belum terdaftar, sehingga sehingga belum bisa mengajukan banuan,”imbuhnya.

Lebih lanjut Hartadi mengungkapkan pada 14 Maret 2011, terbit Pergub Nomor 12 yang mempermudah persyaratan tentang pengajuan bansos. Namun karena tidak ada verifikasi dalam pengajuan bantuan tersebut akhirnya terdapat penyimpangan dana hingga beberapa kali.

“Jadi semua penerima dana bansos itu fiktif. Karena terdapat kejanggalan. Bahwa ada yang mengajukan atas nama beberapa orang, tetapi pencairan dalam satu rekening,”pungkasnya.

Dalam kasus penyelewengan bansos 2011 senilai Rp26 miliar ini, Kejaksaan Tinggi telah menetapkan sejumlah tersangka.

Para tersangka lain itu masing-masing staf ahli Gubernur Jawa Tengah Joko Mardiyanto, mantan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Biro bina Sosial Joko Suryanto, serta lima penerima fiktif bansos.(BJ04)