Home Ekbis Terinspirasi Plantera Fruit Paradise, DPRD Jateng Dorong Bangun Pusat Pengembangan Agrowisata

Terinspirasi Plantera Fruit Paradise, DPRD Jateng Dorong Bangun Pusat Pengembangan Agrowisata

SEMARANG, 06/02 (Beritajateng.net) – Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Rukma Setyabudi mengapresiasi hasil kerja Yayasan Obor Tani yang telah berhasil mengembangkan kebun hortikultura Plantera Fruit Paradise di desa Sidokumpul Kecamatan Patean Kabupaten Kendal.

Ia mengaku takjub saat mengunjungi agrowisata milik Pengusaha Budi Dharmawan tersebut. Baginya pengelolaan perkebunan Plantera Fruit Paradise menjadi contoh dan inspirasi bagi pengembangan agrowisata Jawa Tengah. Menurutnya, jajaran dinas pertanian dan perkebunan Jawa Tengah perlu melihat pengelolaan agrowisata tersebut.

“Saya kira dinas juga perlu ngangsu kawruh, tidak perlu malu,” ujarnya.

Terkait anggaran, politisi PDIP itu berjanji meningkatkan anggaran pendampingan eksekutif jika pemprov serius. Ia memastikan komitmennya untuk pertanian di Jawa Tengah.

Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah Asfirla Harisanto menambahkan, keberhasilan pengelolaan agrowisata tersebut menjadi inspirasi untuk membangun agrowisata serupa dengan memanfaatkan aset tanah yang dimiliki Pemprov Jateng.

“Kita punya tanah seluas 60 hektar yang terletak di Kabupaten Batang yang saat ini mangkrak. Saya akan dorong agar digunakan sebagai agrowisata seperti disini,” ungkapnya.

Menurut Asfirla, banyak pihak yang mau mengelola aset tersebut menjadi agrowisata. Selain bisa dimanfaatkan sebagai pusat pendidikan pertanian dan pariwisata, tempat tersebut diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan (PAD) bagi Pemprov Jateng

“Salah satu pola yang cocok menurut saya dikerjasamakan dengan pihak ketiga, sehingga bisa dipastikan pengelolaannya akan profesional dan manfaatnya akan langsung kelihatan,” bebernya.

Senada dengan Asfirla, Anggota Komisi C DPRD Jateng, Ronny Reinaldi menambahkan, pengelolaan agrowisata harus diserahkan kepada pihak ketiga karena kalau dikelola sendiri oleh dinas terkait dikawatirkan hasilnya tidak akan optimal

“Mengelola agrowisata itu tidak bisa setengah setengah, harus serius, profesional dan ahli di bidang pertanian khususnya holtikultura,” urainya.

Pemilik Plantera Fruit Paradise, Budi Dharmawan mengatakan, agrowisata miliknya memiliki produk buah terbaik di dunia hasil penelitiannya secara mandiri. Berdiri di atas lahan 234 hektare, pihaknya sukses mengembangkan Durian Montong khas Indonesia, Kelengkeng Kinglong asli Indonesia hingga Srikaya Grand Anona.

“Untuk pertanian itu butuh teknologi, itulah yang kami kembangkan. Petani itu kalau bersaing tidak cukup hanya mengembangkan buah terbaik di Indonesia,tapi terbaik di dunia,” kata pendiri Yayasan Obor Tani itu.

Ia mengatakan pengembangan plantera sejak 2000. Ketika itu, Budi berpikir keras mengembangkan bidang hortikultura. Akhirnya, ia memilih mengembangkan perkebunan buah unggulan. Pada 2005, ia mulai mewujudkan cita-citanya hingga membuka Agrowisata Plantera.

Saat ini, pihaknya sudah menanam 10.000 pohon durian, 10.000 pohon kelengkeng, 13.000 pohon buah jeruk, 4.000an rambutan, dan ribuan pohon buah lainnya. Hasil kebunnya sudah masuk ke Pasar Swalayan semisal Giant, Carrefour dan beberapa pasar swalayan lainnya.

Budi mengungkapkan, durian hasil pengembangannya diakui dunia. Bahkan, ahli Durian dari Thailand pun mengakui Durian Montong yang dikembangkannya. Bukan itu saja, kelengkeng Kinglong hasil penelitiannya pun diklaim terbaik di dunia. Dengan rasa yqng manis dan ukuran yang cukup besar.

(NK)