Home Headline Terancam Dikebiri, Sopir Antar Jemput Cabuli Bocah SD

Terancam Dikebiri, Sopir Antar Jemput Cabuli Bocah SD

Barang bukti mobil yang diamankan polisi.

Cilacap, 28/5 (Beritajateng.net) – Ibarat pagar makan tanaman. Seorang sopir antar jemput yang biasa mengantar anak-anak sekolah, malah mencabuli salah satu siswa langganannya. Pelaku yang sudah berusia 67 tahun inipun terancam hukuman kebiri.

Korban, sebut saja Bunga (10), harus menerima perlakuan buruk dari sopir yang tiap hari antar jemput ke sekolahnya. Lebih memperihatinkan, Bunga dicabuli hingga empat kali oleh pelaku yang berinisial SDH alias Opah. Kakek 67 tahun ini tercatat merupakan warga Jalan Kalimantan, Kelurahan Tegalkamulyan, Cilacap Selatan.

Keterangan yang dihimpun dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Cilacap menyebutkan, kasus ini terungkap setelah ada tetangga korban yang mempergoki kelakuan bejad sang sopir. Peristiwa ini langsung dilaporkan ke orang tua korban yang tinggal di Perum Grenn Hill. Tanpa pikir panjang, kedua orang tua Bunga melaporkan kasus ini ke Polres.

“Kami langsung menangkap pelaku pada pertengah Mei ini. Dan segera kami gelandang ke Polres untuk diperiksa. Saksi juga kita hadirkan untuk memberikan keterangan” tandas Kapolres Cilacap AKBP Ulung Sampurna Jaya, Sabtu (28/5/2016).

Dikatakan, pencabulan yang sudah empat kali dialami Bunga, selalu dilakukan didalam mobil station yang selama ini digunakan untuk antar jemput anak – anak sekolah. “Untuk kegiatan antar jemput ini, Bunga tidak sendirian, ada beberapa temannya. Tapi yang jadi korban cuma Bunga” jelasnya.

Dikatakan, modus yang dijalankan pelaku adalah, setelah menjemput dari tempat sekolahnya di wilayah kota, Opah mengantar satu per satu anak-anak pengguna jasanya. Tetapi, Bunga selalu kebagian terakhir untuk diantarkan ke rumah.

“Begitu tinggal sendirian, Bunga diminta selalu duduk dibangku tengah. Pelaku selalu menyalakan HP dan menyetel film porno untuk ditonton korban. Saat itulah pelaku mencabuli korban,” tutur Kapolres.

Sementara Opah masih menjalani pemeriksaan dan mendekam sementara diruang tahanan Polres Cilacap. Untuk mempertanggung jawabkab perbuatanya pelaku dijerat dengan pasal 81 dan atau 82 Undang Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 milyar. Bahkan, setelah Perppu nomor 1 tahun 2016 diberlakukan, maka pelaku terancam dikebiri.

Petugas juga menyita barang bukti mobil station warna Silver nomor Polisi R 8677 DB dan Handphone milik pelaku yang pernah digunakan untuk menunjukkan film porno pada korban serta pakaian korban disita sebagai barang bukti. (BJ33)