Home Headline Tega!!! Sepasang Mahasiswa Buang Bayinya Sendiri

Tega!!! Sepasang Mahasiswa Buang Bayinya Sendiri

Sepasang mahasiswa diamankan polisi karena telah membuang bayinya sendiri hasil diluar nikah.
Sepasang mahasiswa diamankan polisi karena telah membuang bayinya sendiri hasil diluar nikah.
Sepasang mahasiswa diamankan polisi karena telah membuang bayinya sendiri hasil diluar nikah.

Semarang, 14/8 (BeritaJateng.net) – Sepasang mahasiswa di salah satu Akademi Keperawatan di Kota Semarang diamankan Anggota Kepolisian Sektor Semarang Tengah, lantaran membuang bayi di depan Rumah Sakit Tlogorejo Semarang.

Awalnya, Rabu (12/8) malam, RM (20) salah seorang pelaku berdalih bayi yang berada di dalam kardus tersebut diterimanya dari seorang pengendara sepeda motor.

Kemudian RM mendatangi RS Tlogorejo dan meletakkan kardus berisi bayi yang masih lengkap dengan ari-ari tersebut di samping minimarket.

Selanjutnya ia melaporkan kepada satpam bahwa ada bayi. Kemudian, satpam tersebut langsung melaporkan ke Polsek Semarang Tengah.

Ketika dilakukan introgasi dan rekontruksi penemuan bayi tersebut, petugas melihat adanya kejanggalan terhadap sikap RM yang mencurigakan.

Menindaklanjuti hal tersebut, tim Reskrim Polsek Semarang Tengah langsung menggeledah kos RM. Hingga kemudian akhirnya RM mengakui bahwa bayi itu adalah hasil hubungan dengan EL yang tak lain teman kuliahnya. Petugas juga menyita sejumlah barang bukti, sebab pelaku sengaja menyembunyikan kartu identitas dan ponselnya.

“Setelah dilahirkan, saya bingung mau dibawa kemana bayi ini. Lalu saya bawa ke rumah sakit agar mendapat perawatan,” kata RM kepada petugas.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Semarang Tengah Iptu Tri Agung mengatakan menemukan kejanggalan pada diri RM yang semula mengaku menemukan bayi tersebut.

“Kita temukan kejanggalan saat dia (pelaku) melakukan rekontruksi penemuan bayi itu. Selain tubuhnya berkeringat, keterangannya juga terlihat direkayasa. Kemudian kita lakukan penyelidikan dengan menggeledah kamar kosnya,” ujarnya.

Tri Agung menambahkan setelah berhasil diamankan, keduanya kemudian diserahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Semarang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Setelah mendapat pengakuan dan sejumlah barang bukti, kita serahkan ke Polrestabes untuk ditangani di sana,” ungkapnya.

EL sang ibu dari bayi itu mengaku belum siap mempunyai bayi. Saat mengetahui dirinya hamil, keduanya berusaha mencari cara untuk menggugurkan kandungan.

“Saya belum siap pak. Saya dan RM, kemudian membeli obat untuk menggugurkan kandungan lewat online,” imbuhnya.

Akibat dampak dari penggunaan obat penggugur itu, bayi yang masih berusia 7 bulan kandungan tersebut dipindahkan ke ruang ICU dengan kondisi kritis. (Mg-2)