Home Headline Tega Membunuh Karena Tidak Lunasi Hutang Rp 200 Ribu

Tega Membunuh Karena Tidak Lunasi Hutang Rp 200 Ribu

image

Kudus, 19/3 (Beritajateng.net)-Kasus pembunuhan dengan korban seorang pelajar kelas X SMK Hadzykiyah Nalumsari Jepara akhirnya terungkap. Pelaku pembunuhan ternyata tetangga korban yang sudah saling kenal bahkan terbilang akrab.

Kapolres Kudus AKBP Bambang Murdoko didampingi Kasat Reskrim AKP Sulkhan dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, pengungkapan tersebut bermula dari ditemukannya mayat laki-laki tanpa identitas di Sungai Delingo, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Sabtu (7/2) lalu.

Setelah mayat korban disimpan selama dua hari di kamar jenasah RSUD Dokter Lukmonohadi Kudus dan tidak ada masyarakat yang mengenali, akhirnya jenasah tanpa identitas (Mr X) tersebut dimakamkan dipemakaman umum Desa Ploso, Kecamatan Jati, Senin (9/2).

Seminggu kemudian tepatnya Senin (16/2), Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Jateng membongkar makam Mr X atas permintaan Sunarwi (50) asal Desa Gemiring Kidul, Kecamatan Nalumsari yang mengaku kehilangan anak dan curiga mayat tanpa identitas tersebut adalah anaknya.

Berdasar permintaan tersebut, Dokkes Polda Jateng membongkar makam dan melakukan tes DNA.Dari hasil tes deoxyribose-nucleic acid (DNA) tersebut, ada kecocokan darah antara mayat tanpa identitas dengan keluarga Sunarwi dan ditemukan indikasi penyebab meninggal karena penganiayaan. Berbekal data-data tersebut, polisi mengantongi identitas bahwa mayat tersebut adalah Muhammad Budi Saputro (16) yang tidak lain adalah anak kandung Sunarwi.

”Setelah mengetahui identitas korban, anggota kami terjunkan untuk melakukan penyelidikan,” terang AKBP Bambang Murdoko, Kamis (19/3) siang.

Hasil penyelidikan, lanjutnya, kami mencurigai pelaku pembunuhan adalah kenalan korban bernama Dani Haryanto (22) alias Penyu asal Dukuh Ngablak RT 03/ RW 02, Desa Gemiring Kidul, Kecamatan Nalumsari, Jepara. Pelaku ditangkap dirumah istrinya di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus, Senin (16/3) sekitar pukul 12.30 WIB.

Dari hasil pemeriksaan, lanjutnya, pelaku mengakui membunuh korban karena sakit hati dipanggil Penyu. Selain itu, pelaku merasa jengkel setelah menagih utang sebesar Rp 200 ribu kepada korban tidak pernah ditepati.

”Sebelum dibunuh korban diajak minum miras oplosan di pinggir Sungai Delingo. Setelah korban mabuk dan tidak sadarkan diri, lalu dicekik hingga tewas kemudian dibuang ke aliran sungai,” imbuhnya.

Sebelum mayat dibuang, masih kata Kapolres, HP korban diambil terlebih dahulu. Selain mengambil HP, pelaku juga membawa sepeda motor korban Honda Beat buatan tahun 2012 kemudian digadaikan dimana barang-barang tersebut berhasil disita sebagai barang bukti untuk keperluan persidangan.

Sementara itu menurut keterangan pelaku, sebelum ditangkap dia sempat melarikan diri ke beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Ketika mencekik korban, pelaku mengaku didasari rasa sakit hati dan pada saat itu dalam kondisi mabuk.

”Terus terang saya memang sakit hati sama dia (korban) karena dipanggil penyu. Padahal umur dia lebih muda dari saya. Dia juga mempunyai hutang ke saya sebesar Rp 200 ribu tetapi kalau saya tagih selalu janji-janji tetapi tidak pernah ditepati. Saya memang nekat melampiaskan dendam dan membunuhnya,” terangnya.

Atas perbuatannya pelaku dijerat melanggar pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan berencana, subsider pasal 365 KUHP, subsider pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun pidana. (BJ12)