Home Hukum dan Kriminal Tawuran Antar Siswa SD di Semarang Telah Lama Direncanakan

Tawuran Antar Siswa SD di Semarang Telah Lama Direncanakan

Dua siswa SD diamankan usai melakukan aksi tawuran di depan SD Pekunden. Kedua siswa diamankan beserta barang bulti berupaikat pinggang berujung besi dan senjata tajam jenis parang.

Semarang, 24/11 (BeritaJateng.net) – Tawuran antar siswa SD di Semarang melibatkan tiga sekolah yakni SD Al Khotimah, SD PL Gunung Brintik dan SD Pekunden. Tawuran telah direncanakan jauh hari, bahkan para siswa pelaku tawuran telah mempersiapkan yel-yel lagu yang akan digunakan saat tawuran.

Hal ini disampaikan salah satu siswa yang terlibat dalam tawuran dan berhasil diamankan polisi karena membawa senjata tajam jenis parang. “Rencananya pokoknya tanggal 1 Desember (SD,Red.) Pekunden mau tawur. Ada yel-yel lagunya juga kok yang dibuat,” kata ND, salah satu siswa SD yang tertangkap.

ND mengaku tawuran yang direncanakan tanggal 1 Desember nanti akan membawa benda-benda tajam seperti clurit, samurai, keris, gir sepeda dan ikat pinggang.

Menurutnya, sebelum tawuran besar-besaran tanggal 1 Desember, justru siswa dari SD Al Khotimah dan SD PL Gunung Brintik suah datang duluan ke SD Pekunden Kelurahan Pekunden, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang.

Tawuran Antar Siswa SD di Semarang Telah Lama Direncanakan
Tawuran Antar Siswa SD di Semarang Telah Lama Direncanakan

“Kemarin sudah kesini (ke SD Pekunden,Red.), hari ini (24/11) pulang sekolah jam setengah dua mereka malah kesini lagi mau tawur,” imbuhnya.

Salah satu saksi, Ardi penjual makanan di depan SD Pekunden mengatakan, penyerangan sudag dilakukan dua hari kemarin dan hari ini, Kamis(24/11). “Yang kemarin digagalkan sama warga sini, eh.. hari ini malah dateng dengan jumlah yang lebih banyak sampai mendekati sekolah. Saling kejar bawa senjata tajam parang sama ikat pinggang berujung besi, akhirnya dipergoki warga dan diusir. Dua siswa tadi ketangkep sudah dibawa ke Polsek,” imbuhnya.

Dua siswa yang tertangkap diketahui dari SD Al Khotimah kelas 2 dan kelas 5, saat ini kedua siswa dibawah umur masih dimintai keterangan dan langsung dipanggilkan kedua orang tuanya. (Bj)

Advertisements