Home Lintas Jateng Tata Kota Lama, BP2KL Libatkan Lintas Sektor SKPD 

Tata Kota Lama, BP2KL Libatkan Lintas Sektor SKPD 

630
BP2KL libatkan lintas sektor SKPD Pemkot Semarang untuk menata kawasan kota lama.

Semarang, 15/4 (BeritaJateng.net) – Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang menegaskan penataan kawasan Kota Lama Semarang melibatkan lintas sektor antarsatuan kerja perangkat daerah (SKPD).

“Kami sudah melakukan pemetaan di kawasan Kota Lama. Mana-mana yang harus diperbaiki dan mana yang harus dipertahankan,” kata Ketua BPK2L Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Semarang, Jumat.

Hal itu diungkapkan Ita, sapaan akrab Hevearita usai pertemuan BPK2L dengan SKPD terkait, dilanjutkan tinjauan ke sejumlah titik di kawasan Kota Lama, seperti Jalan Merak dan Jalan Kepodang.

Ia menjelaskan BPK2L akan memberikan masukan kepada Pemerintah Kota Semarang atas hasil pemetaan dan kajian yang dilakukan, sebab kewenangan eksekusi dan regulasi merupakan ranah pemerintah.

“Dari BPK2L hanya sebatas memberikan masukan, namun kewenangan dan regulasinya kan pemerintah. Makanya, kami libatkan semua SKPD pada pertemuan ini,” kata Ita yang juga Wakil Wali Kota Semarang itu.

Pada Sabtu (9/4) lalu, Ita dan pengurus BPK2L juga melakukan tinjauan ke sejumlah titik untuk perumusan konsep penataan Kota Lama, mulai kebersihan, saluran air, jalan, perizinan, dan penerangan jalan.

Menurut dia, SKPD tidak bisa berjalan sendiri, namun harus melengkapi, seperti kebersihan ditangani Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), saluran oleh Dinas PSDA-ESDM, dan infrastruktur jalan oleh Bina Marga.

Ia mengakui sejauh ini anggaran khusus untuk revitalisasi kawasan Kota Lama memang belum disiapkan, namun masih sebatas dari SKPD terkait sehingga langkah penataan Kota Lama belum berjalan optimal.

“Makanya, kami segera merapikan dengan perencanaan yang matang agar pada 2017 nanti seluruh SKPD bisa bersama-sama menganggarkan penataan di kawasan Kota Lama. Ini akan jadi prioritas,” katanya.

Dengan kondisi sekarang ini, kata dia, seperti sarana prasarana, seperti saluran air yang belum tertata baik, tentunya sulit untuk mengajak pemilik gedung mengembangkan asetnya, apalagi pihak luar.

“Kota Lama ini monumental, ikon Kota Semarang yang harus diprioritaskan. Dari pemerintah provinsi, Pak Gub (Gubernur Jawa Tengah, red.) juga mendorong dan bersedia membantu anggaran,” pungkasnya. (BJ05)

Advertisements