Home News Update Tarik Dukungan, Gerindra Bantah Terima Mahar Politik

Tarik Dukungan, Gerindra Bantah Terima Mahar Politik

 Tim sembilan didampingi Sriyanto Saputro Desk Pilkada Jawa Tengah.
          KARANGANYAR, 22/1 (BeritaJateng.net) – Perkembangan dinamika politik di Karanganyar yang berujung kebijakan dari Gerindra untuk menarik dukungan dari paslon yang semula di dukungnya kemudian beralih ke paslon lain  mengakibatkan beredar rumor yang tidak mengenakkan.
           DPC Partai Gerindra Karanganyar bersama tim sembilan yang beranggotakan Ketua DPC Gerindra Yuliyanto, dan pegurus partai Gerindra membantah adanya ‘main mata’ dan hingga menerima mahar politik terkait rekomendasi koalisi PKS dan Gerindra.
          “Ada tudingan jika kami menerima mahar, itu tidak benar dan merupakan fitnah yang sangat kejam,” beber Yulianto di Karanganyar.
          Menurutnya sikap Gerindra yang memilih berkoalisi dengan PKS merupakan keputusan  DPP Gerindra, dimana 15 menit terakhir masa perpanjangan pendafaran bakal calon bupati, koalisi dua partai ini mendaftarkan paslon Rohadi Widodo dan Ida Retno Wahyuningsih.
          “Semua (pendaftaran) diambil alih langsung di DPP karena secara hukum diperbolehkan dan diatur dengan Surat Edaran KPU RI No. 17 tahun 2018 tanggal 5 Januari 2018,” lanjut Yuliyanto.
          Selain itu juga merujuk pada pasal AD Partai GERINDRA pasal 19 ayat 2l (9), disebutkan bahwa Ketua Dewan Pembina memiliki kewenangan untuk menyetujui atau tidak menyetujui pemberian rekomendasi calon Bupati/Walikota dan/atau Wakil Bupati/Wakil Walikota.
          Yuliyanto sebut, koalisi ini didasari kondisi untuk menciptakan iklim politik yang demokratis di Pilkada Karanganyar. Karena pada pendaftaran pertama hanya ada satu paslon yang mendaftar.
           “Agar di pilkada Karanganyar tidak diikuti calon tunggal. Maka  dicabutlah rekomendasi yang semula mendukung Juliyatmono- Rober Christanto,” tutupnya. (Db/El)