Home Hukum dan Kriminal Tangkapan Sepi, Nelayan Nekat Curi Sepeda dan HP

Tangkapan Sepi, Nelayan Nekat Curi Sepeda dan HP

Tersangka Julianto, dengan barang bukti sepeda gowes.

Tersangka Julianto, dengan barang bukti sepeda gowes.
Tersangka Julianto, dengan barang bukti sepeda gowes.

Jepara, 11/6 (BeritaJateng.net– Julianto (35), seorang nelayan warga Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, nekat mencuri sepeda milik Sungkono (48) warga Desa Kauman Kecamatan Kota. Julianto mengaku, terpaksa mencuri sepeda karena karena tangkapan ikan sedang sepi.

Selain mencuri sepeda, Julianto juga menggasak telepon selular. Kepada polisi Julianto menuturkan, ia melancarkan aksinya pada Rabu dini hari. Sungkono sedang tidak ada di dalam rumah, sementara anggota keluarga lainnya diketahui tengah istirahat.

Mengetahui kondisi rumah sedang sepi, Julianto yang melihat pintu ruang tamu terbuka mencoba menyelinap masuk. Tersangka melihat terdapat sepeda anak-anak warna hitam serta telepon seluler nokia warna hitam.

Tanpa berpikir panjang, tersangka dengan mudah membawa kabur barang-barang tersebut. Sayangnya, aksi tersebut berhasil diketahui pemilik rumah, Sungkono, yang baru pulang dari rumah neneknya.

Mengetahui aksi nekat tersangka, Sungkono pun langsung melaporkan aksi pencurian itu kepada Polsek Jepara. Tanpa menunggu lama, anggota polsek setempat langsung melakukan penangkapan ke tempat kejadian perkara.

“Saya mencuri karena tangkapan sedang sepi,” kata Julianto.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Fajar Budiyanto melalui AKP Samsu menyampaikan, sebelumnya tersangka pernah terjerat kasus serupa, yakni mencuri pakaian di pasar Jepara. Dalam kasus tersebut, tersangka sempat menjalani hukuman tujuh bulan penjara.

“Tahun 2001, tersangka pernah terjerat kasus pencurian pakaian di Pasar Jepara,” tutur Samsu.

Dalam kasus kali ini, tambah Samsu, tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tetntang pencurian dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. “Pelaku kami kenakan pasal 363 KUHP tetang pencurian dengan ancaman hukuman penjara maksimal selama tujuh tahun,” ujar Samsu. (BJ18)