Home News Update Tanggul Sungai Dengkeng Jebol, Rumah Warga Terendam Banjir

Tanggul Sungai Dengkeng Jebol, Rumah Warga Terendam Banjir

Klaten, 31/5 (BeritaJateng.net) – Warga di sekitar aliran sungai Dengkeng diharapkan selalu siaga terkait ancaman banjir yang bisa saja terjadi tanpa diduga sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Bambang Sujarwa, yang diwakili oleh Operator Pusdalops BPBD Klaten, Arif Fuad Hidayah, menghimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir.

“Terutama bagi kawasan  pemukiman di sepanjang aliran Sungai Dengkeng yang tersebar di lima kecamatan di Klaten,” jelas Arif di Klaten Jawa Tengah, Selasa (31/5/2106).

Arif melanjutkan berdasarkan ramalan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BKMG) bulan Mei sudah memasuki musim kemarau namun masih berpotensi terjadi hujan lebat.

Seperti yang terjadi Senin (30/5) malam kemarin, ada sekitar  sembilan desa di Kecamatan Bayat, Cawas, dan Trucuk, Kabupaten Klaten terendam banjir akibat jebolnya Kali Dengkeng karena tidak mampu menahan tingginya debit air. Namun saat ini kondisi air sudah mulai surut.

Banjir lanjut Arif, sempat menggenangi pemukiman penduduk di enam desa Kecamatan Bayat, diantaranya, Desa Talang, Desa Kebon, Desa Jotangan, Desa Krikilan, Desa Wiro, dan Desa Tawangrejo. Sedangkan di Kecamatan Trucuk menggenangi Desa Kalikebo, dan Planggu, sementara di Kecamatan Cawas menimpa Desa Bawak.

Meskipun tidak melelan korban jiwa namun, ratusan rumah warga terendam banjir. Bahkan sejumlah sekolah juga terendam banjir akibat meluapanya sungai Dengkeng.

“Banjir diakibatkan karena jebolnya tanggul Sungai Dengkeng. Yang saat ini sudah mulai surut tinggal genangan airnya saja,” papar Arif.

Wilayah yang terpantau masih tergenang air adalah Desa Planggu dan Kalikebo, Kecamatan Trucuk, kemudian di Kecamatan Cawas ada di Desa Bawak. Kecamatan Bayat sedikitnya lima desa, yakni Talang, Wiro, Kebon, Tawangrejo, dan Paseban.

Tanggul sungai Dengkeng di Dukuh Modran, Desa Talang, Bayat, jebol sepanjang 5 meter dengan ketinggian tiga meter yang merendam rumah dan sawah.

“Talud talud jalan di Dukuh Tegalan, Desa Planggu, Trucuk, sepanjang 250 meter dan tinggi 2 meter, longsor tergerus aliran air sungai. Akibatnya, jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Trucuk menuju Cawas putus,” pungkasnya. (Bj24)