Home News Update Tangan Dingin Joko Sambodo, Dirikan KSP Semar Hingga Beraset Rp. 9,3 Miliar

Tangan Dingin Joko Sambodo, Dirikan KSP Semar Hingga Beraset Rp. 9,3 Miliar

2759
Joko Sambodo

Semarang, 21/5 (BeritaJateng.net) – Ramah, cerdas, jiwa pemimpin dan bertangan dingin. Ya.. Joko Sambodo, mantan Direktur Pemasaran Bank Jateng yang kini sukses menjalankan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Semar.

Pria kelahiran Surakarta, 10 November 1959 ini telah berkarir di Bank Jateng sejak tahun 1986-2013. Mengawali karir dari bawah, Joko sapaan akrabnya pernah menjadi Kepala Cabang Bank Jateng di beberapa wilayah seperti Sukoharjo, Cilacap, Salatiga, Pekalongan dan ke cabang Utama Semarang dan akhirnya kembali ke kantor pusat dengan jabatan sebagai Direktur Pemasaran Bank Jateng.

Pasca pensiun dari Bank Jateng tahun 2013, Joko Sambodo tetap berkeinginan menjalankan aktifitas dibidang ekonomi dengan mendirikan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Semar bersama 20 rekannya.

“Terhitung saya mulai mengelola KSP Sedyo Enak Hidup Rukun yang disingkat SEMAR sejak 25 Februari 2014. Pertama mendirikan KSP Semar hanya memiliki aset Rp. 350 juta, seiring berkembangnya waktu aset yang dimiliki KSP Semar mencapai Rp. 9,3 miliar,” ujar Joko.

Dengan tangan dinginnya, koperasi yang bersumber murni dari anggotanya ini mampu melejit dengan cepat hingga mendirikan beberapa cabang baru di beberapa wilayah di Jawa Tengah. “Kami sudah membuka kantor perwakilan KSP Semar di Mangunsari Kebupaten Salatiga, dan Kecamatan Gunungpati kabupaten Srmarang. Rencananya kami akan kembali membuka kantor perwakilan KSP Semar di Boja, Kendal,” tuturnya.

Kinerja baik dan profesionalitas yang dijunjung Joko Sambodo membuat ia ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pengawas KSP Semar.

Putra ke delapan dari sepuluh bersaudara ini sangat peduli dengan masyarakat kecil menengah, hal ini dibuktikan dengan upayanya mendirikan koperasi-koperasi dibeberapa daerah untuk menekan kehadiran dan menjamurnya tengkulak dan rentenir.

“Selama ini, para pengusaha skala mikro kan kesulitan dalam mengakses permodalan. Akhinya, banyak yang terjerat rentenir,” kata pendiri dan Ketua Dewan Pengawas KSP Semar Joko Sambodo di Semarang.

Mantan Direktur Pemasaran Bank Jateng itu mengaku prihatin dengan banyaknya pengusaha sektor mikro terjerat rentenis, seperti pengusaha nasi kucing (angkringan), bakso, atau mie ayam keliling.

Maka dari itu, Joko kemudian mendirikan KSP Semar sejak Februari 2014 yang disusul status badan hukum yang ditetapkan pada September di tahun yang sama untuk membantu pengusaha mikro.

“Sampai sekarang ini, anggota KSP Semar sudah mencapai sekitar 1.000 orang. Kebanyakan, ya, pengusaha sektor mikro karena komitmen kami membantu dan memberdayakan mereka,” katanya.

Baru dua tahun berjalan, aset KSP Semar yang semula hanya Rp345 juta sekarang ini sudah mencapai sekitar Rp9,3 miliar yang semuanya murni bersumber dari anggota yang tersebar di beberapa daerah.

Sebagai KSP yang berskala Jawa Tengah, Joko mengatakan berupaya membuka kantor-kantor perwakilan di beberapa kabupaten/kota, seperti di Kecamatan Gunungpati, Semarang, dan Kota Salatiga.

“Sekarang begini, penjual nasi kucing, misalnya. Mereka mau pinjam modal ke bank tidak punya jaminan dan persyaratannya ‘njlimet’. Kalau koperasi kan tidak, yang penting jadi anggota,” kata putra mantan Wagub Sukoharjo dekade 50an, Yadi Soedibyo ini.

Suku bunga pinjaman yang dikenakan pun, lanjut dia, kompeten dan tidak sampai melebihi lembaga-lembaga pinjaman lainnya, seperti bank umum, bank perkreditan rakyat (BPR), dan koperasi.
www.topsedu.xyz/wp-content/languages/new/cheap-essay-writers.html

“Koperasi didirikan kan untuk anggota.
www.topsedu.xyz/wp-content/languages/new/help-me-write-an-essay.html

Dana yang ditarik dari anggota, ya, dikembalikan lagi untuk menyejahterakan anggota,” kata Joko yang pernah menjabat Direktur Operasional Bank Jateng itu.
www.topsedu.xyz/wp-content/languages/new/cv-writing-services.html

Dengan berbagai kemudahan akses permodalan bagi anggota, kata pria kelahiran Surakarta, 10 November 1959 itu, semakin lama akan semakin banyak kalangan pengusaha mikro tertarik untuk bergabung.(bj05)

Advertisements

1 COMMENT

Comments are closed.