Home News Update Tanaman Jagung di Blora Dirusak Babi Hutan

Tanaman Jagung di Blora Dirusak Babi Hutan

image

Blora, 2/6 (Beritajateng.net)-Warga Desa Klopoduwur merasa gerah akibat tanaman jagung petani di lahan hutan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perhutani Randublatung, Blora, diserang celeng atau babi hutan. Tanaman jagung milik mereka menjadi sasaran pertama kawanan babi hutan tersebut. Itu terjadi karena tanaman jagung di kawasan itu satu-satunya yang siap panen. Sedangkan tanaman jagung lainnya masih belum berbuah.

“Saya dan petani lain pernah menjumpai celeng itu di hutan. Sebagian besar memang masih kecil. Celeng-celeng itu menyerang tanaman jagung yang sudah siap panen,’’ ujar Basir, salah seorang petani hutan, Senin (1/6).

Dia mengungkapkan, sejak celeng menyerang lahan hutan yang ditanami ketela dan jagung, dia terpaksa harus tidur di lahan hutan.”Selain kami menyediakan kentongan untuk mengusir celeng, Kami ya tidur di lahan hutan. Tapi namanya celeng tidak serta merta datang, sepertinya mencari lengah, saya pernah ketiduran, tiba-tiba ketika bangun sudah dua puluh batang tanaman jagung dirusak, seolah mereka lebih pintar dari pada manusia,’’ katanya.

Beberapa lahan pertanian hutan yang diserang celeng yakni kawasan Kembang Tanjung, Ngodo dan Jurang jero. Agar tanaman jagung yang diserang tidak bertambah banyak, petani penggarap pun melakukan antisipasi dengan ronda (kemit) pada malam hari.

Basir mengatakan ia bersama sejumlah petani lainnya harus kemit agar tidak terlalu banyak mengalami kerugian akibat tanaman jagung diserang celeng. Menurutnya, kerugian akibat serangan celeng pada lahan jagung yang ditanaminya mencapai sekitar enam kuintal. “Kami terpaksa ronda di hutan, menjaga agar tanaman jagung tidak dirusak celeng,” ujarnya.

Basir dan petani lainnya, mengungkapkan, tidak hanya jagung, kawanan celeng juga merusak tanaman ketela. Mereka berharap pihak Perhutani dan pemerintah kabupaten bisa membantu mencegah serangan babi hutan tersebut.(BJ31)