Home Headline Taman Meteseh Semarang Jadi Lokasi Favorit Warga untuk Refreshing

Taman Meteseh Semarang Jadi Lokasi Favorit Warga untuk Refreshing

SEMARANG, 27/2 (BeritaJateng.net) – Taman Meteseh yang berada di Jalan Tunggu Raya, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Semarang terutama pada sore hari dan tiap akhir pekan selalu dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk bersantai dan refreshing, sekedar untuk melepaskan penat setelah seharian bekerja.

Di Taman Meteseh ini, meskipun berada di pinggiran kota, tepatnya tak jauh dari Puskesmas Rowosari dan gedung sekolah Islam Taqwal Ilah. Dari pantauan, sore menjelang malam, taman ini ramai dikunjungi warga. Nampak, anak-anak yang didampingi orangtuanya, sedang asyik pancingan ikan dari plastik dikolam buatan dari terpal. Anak yang lainnya, juga terlihat melukis di sepotong kertas gambar.

Pengunjung dewasa, memanfaatkannya untuk duduk-duduk bersantai, sambil mengobrol dengan rekan maupun keluarganya. Sambil mengawasi anak-anak yang sedang berlarian di taman, maupun mengendarai mobil-mobilan yang disewakan di taman yang diresmikan tahun 2018 ini.

Di tengah-tengah taman terdapat tulisan Taman Meteseh warna merah dengan dilengkapi dua buah jalan dengan gerbang besi yang melengkung berbaris menambah daya tarik pengunjung.

Salah satu pengunjung, Ahmad Kosim (32) mengatakan, dirinya bersama keluarga sering ke taman Meteseh karena dekat dengan tempat tinggalnya. Menurut dia, dengan berada di taman ini bisa menghilangkan rasa suntuk dan penat setelah seharian bekerja. “Kalau dirumah saja jenuh. Sering ke sini, biasanya sore hari suasananya adem,”katanya, Sabtu (27/2/2021).

Saat refreshing ke taman, biasanya mengajak keluarga dan anak-anak. Mereka bisa bermain di taman dengan aman, bisa diawasi. Di taman ini ada area untuk permainan anak, seperti perosotan, ayunan dan lainnya. Ada juga permainan mobil-mobilan yang disewakan, dan naik andong, juga banyak jajanan kuliner di sini.

Diakuinya, taman ini akhir pekan selalu ramai, hari Sabtu dan Minggu. “Kalau cuaca cerah, pengunjung taman masih ramai sampai malam hari. Tapi, sejak ada pandemi, pengunjung tak seramai biasanya, pukul 8-9 malam sudah sepi. Dibandingkan pada sebelum adanya Pandemi,” terangnya.

Di taman ini juga dilengkapi sarana olahraga, yakni lapangan futsal. Nampak, lapangan ini juga selalau ramai karena dimanfaatkan warga sekitar untuk bermain futsal. Selain itu, ada toilet umum, tong sampah dan permainan anak.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali mengatakan penambahan runag terbuka hijau (RTH) memang masih menjadi fokus Disperkim tahun ini. Dia ingin setiap kecamatan memiliki RTH sebagai sarana beraktivitas masyarakat sekaligus memecah keramaian agar tidak hanya di pusat kota.

Dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang menyebutkan bahwa 30 persen wilayah kota harus berupa RTH yang terdiri dari 20 persen publik dan 10 persen privat.

Menurutnya, jumlah RTH di Kota Semarang masih kurang cukup banyak jika mengacu aturan tersebut. Dia menyebutkan, 16 kecamatan yang ada di Kota Semarang saat ini telah memiliki RTH. Hanya, dia ingin memperbanyak titik-titik di setiap kecamatan.

“Kami masih berusaha RTH tidak hanya satu tempat saja tapi beberapa tempat di setiap kecamatan agar kerumunan tidak menjadi satu,” terang Ali.

Dia melanjutkan, Disperkim Kota Semarang berencana menambah dua RTH tahun ini, yakni Taman Kruing Saninten dan Taman Rejomulyo. Pembangunan dua taman tersebut sempat tertunda akibat refocusing anggaran penanganan Covid-19 pada 2020 lalu.

Proyek pembangunan Taman Kruing Saninten saat ini telah masuk lelang. Anggaran taman tersebut sebesar Rp 1,7 miliar. Sedangkan, Taman Rejomulyo akan dibangun dengan mekanisme Corporate Social Responsibility (CSR).

“CSR belum fix, tapi saya sudah hadapkan ke Pak Wali. Semoga pihak CSR jadi. Rencananya akan mengeluarkan Rp 18-20 miliar,” sebutnya.

Dengan dana sebanyak itu, lanjut Ali, Taman Rejomulyo tidak hanya didesain sebagai taman saja, namun ada beberapa fasilitas lain yang bisa membantu masyarakat mengembangkan perekonomian. Di antaranya, ada lahan parkir, tempat olahraga, dan gedung pertemuan yang bisa disewakan. Sarana itu tentu akan dapat menambah perekonomian masyarakat sekitar.

“Terutama, lahan parkir untuk mendukung kawasan wisata Kota Lama karena Rejomulyo tidak jauh dari Kota Lama,” pungkas Ali. (El)