Home Headline Talud Ambrol Ratusan KK di Kudus Terisolir

Talud Ambrol Ratusan KK di Kudus Terisolir

image
Talud yang ambrol

Kudus, 6/1 (Beritajateng.net) – Sekitar 400 kepala keluarga (KK) warga Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus terancam terisolir.

Menyusul ambrolnya talud jalan satu-satunya menuju dukuh di Gunung Muria yang paling tinggi berbatasan dengan Kabupaten Jepara.

Secara geografis, Dukuh Semliro merupakan pedukuhan paling ujung di Desa Rahtawu dengan ketinggian sekitar 800 meter diatas permukaan laut (DPL) dengan jarak tempuh sekitar 30 menit dari Kantor Desa Rahtawu atau sekitar 6 kilometer.

Akses jalan menuju pedukuhan tersebut hanya selebar 2,5 meter disisi sebeleh timur jurang sedalam lebih dua puluh meter.

Jika hujan turun dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Gunung Muria, akan terjadi longsor di beberapa titik dan akan mengganggu akses jalan.

Seperti hujan yang turun dalam sepekan terakhir, mengakibatkan talud jalan ambrol sekitar 10 meter yang mengancam akses meuju dan dari Semliro terputus.

Akibat longsor dan menggerus lebar jalan sekitar 50 centimeter itu, warga setempat memasang dua tong besar agar tidak dilalui kendaraan.

Menurut warga, disekitar talud yang longsor itu kondisi tanahnya memang labil karena dibawahnya ada saluran air.

”Disitu memang membahayakan apalagi setelah taludnya ambrol karena hujan,” kata salah seorang warga Dukuh Semliro, Sulikan (59) di lokasi longsor.

Sulikan berharap, Pemkab Kudus segera menangani tepi jalan yang terkikis tersebut. Sebab, jika tidak segera diperbaiki dan turun hujan deras dipastikan akan terjadi longsor lebih parah dan resiko paling parah akses jalan terputus dan mengakibatkan Dukuh Semliro benar-benar terisolir.

Terpisah Perangkat Desa Rahtawu, Sahir, mengatakan pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah agar tepi Tikungan Culo yang terkikis tidak kian parah. Mulai dari pemasangan tong peringatan, hingga melarang truk bermuatan melintas di tikungan tersebut.

Pihak desa juga sudah berkomunikasi dengan Pemkab Kudus terkait penanganan sejumlah tepi jalan menuju Dukuh Semliro yang terkikis dan berpotensi ambrol.

”Sudah kita laporkan ke Dinas Bina Marga. Tapi kapan mau ditangani kita belum tahu kepastiannya,” tegasnya.

Sedangkan menurut Kepala Dinas Bina Marga, Pengairan dan ESDM (BMPESDM) Kudus Sam’ani Intakoris, pihaknya akan segera menangani tepi jalan menuju Dukuh Semliro yang terkikis air. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan perawatan rutin agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

”Kita sudah menerima laporan dan secepatnya akan kita tangani,” tandasnya. (BJ12)