Home Headline Supir Bus Maut Rukun  Sayur Menyerahkan Diri ke Satlantas Polres Karanganyar

Supir Bus Maut Rukun  Sayur Menyerahkan Diri ke Satlantas Polres Karanganyar

Kecelakaan

KARANGANYAR, 16/7 (BeritaJateng.net) – Sopir bus maut PO Rukun Sayur AD 1543 CF yang menewaskan 12 penumpang di tragedi kecelakaan tunggal di ruas jalan Tol Palimanan – Kanci kilometer 202 Kabupaten Cirebon, Jawa Barat akhirnya menyerahkan diri ke Satlantas Polres Karanganyar, Jawa Tengah.

Kasatlantas Polres Karanganyar Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bambang Erwadi menjelaskan, sopir bus Rukun Sayur, Sularto yang merupakan  warga Ngelebak, Tawangmangu, Karanganyar tersebut menyerahkan diri ke  Satlantas Polres Karanganyar, Jawa Tengah hari Rabu (15/7/2015)  sekitar pukul 18.15 WIB.

“Sularto ke Lantas tidak sendirian tapi diantar oleh Ketua RW Sukidi dan Bayan Ngelebak Sutiman,” jelasnya Kamis (16/7/2015).

AKP. Bambang Erwadi menegaskan  kronoligis penyerahan diri Sularto melalui proses yang panjang. Setelah kejadian kecelakaan, pihaknya  langsung dihubungi oleh Direktorat lalu lintas yang ditindaklanjuti oleh Kakorlantas Mabes Polri untuk melakukan pendekatan terhadap PO Rukun sayur maupun pengemudi bus Rukun Sayur tersebut. 

Pasalnya ungkap Bambang Erwadi dari laporan awal yang masuk  supir bus Rukun Sayur tersebut melarikan diri usai menabrak di tol Palikanci tersebut.

“Setelah dikonfirmasi ke pohak PO Rukun Sayur, merekan membenarkan jika ada busnya yang berangkat ke Jakarta. Supirnya Sutarjo dengan kernetnya bernama Sularno,” ungkapnya lebih lanjut. 

Setelah itu lanjut Bambang, pihaknya langsung  menuju kerumah Sularno. Namun ternyata Sularno belum kembali ke rumahnya. Pihaknya juga berpesan agar nanti saat mengetahui keberadaan Sularno diminta untuk segera  menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.

“Berdasarkan lokasi kejadian perkaran di wilayah hukum Polres Cirebon, maka Sularno akan kami serahkan kepada pihak Polres Cirebon untuk menjalani pemeriksaan,” jelas Bambang lebih lanjut.

Kasatlantas Polres Karanganyar Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bambang Erwadi juga menjelaskan Sularno hanyala kenek yang menggantikan Sutarjo yang mengantuk dan tragisnya lagi Sularno tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM)

Setelah bus menabrak jelas Bambang, karena takut diamuk massa, Sularno yang tangan kananya patah lari melalui gorong-gorong disamping lokasi kecelakaan, kemudian menuju terminak dan pulang ke Karanganyar. 

“Sularno tak tahu kalau penumpangnya banyak yang mati. Dia tahunnya kalau bus yang dia bawa mengalami kecelakaan,” pungkasnya. (BJ24)