Home Headline Supir Angkot ‘Ngotot’ Tolak Rute Baru BRT Koridor V dan VI

Supir Angkot ‘Ngotot’ Tolak Rute Baru BRT Koridor V dan VI

Ratusan supir angkot menggelar demo di halaman Balaikota Semarang.

Semarang, 8/3 (BeritaJateng.net) – Ratusan Supir dan pengusaha Angkutan Kota menggelar unjukrasa di halaman Balaikota Semarang, Rabu (8/3). Mereka menolak diluncurkannya koridor baru Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang Koridor V dan VI serta Koridor Bawen-Terboyo yang akan diluncurkan pada April mendatang.

“Kami menolak rute baru BRT Koridor V jurusan Meteseh-PRPP, koridor VI jurusan Undip-Unnes dan Semarang-Bawen. Kami ini sudah sengsara dengan sepinya penumpang, kalau ada BRT gimana nasib kami nantinya,” teriak Totok Hardiyanto, Koordinator Paguyuban Angkutan Kota saat orasi unjuk rasa.
Menurutnya, ada empat trayek yang terdampak jika BRT Koridor V dan VI tetap dilaunching yakni jurusan Johar-Banyumanik dengan jumlah 233 Angkutan Kota (angkot), jurusan Jatingaleh-Unnes sebanyak 65 angkot, jurusan Johar-Kedungmundu sebanyak 169 angkot serta jurusan Johar-Simpanglima-Tegalwareng sebanyak 105 angkot.
Totok mengaku jika selama ini pemerintah tidak pernah melibatkan pengusaha dan supir angkot dalam setiap perencanaan dan sosialisasi adanya BRT, sehingga Dinas Perhubungan tidak mengetahui keluhan dan nasib para awak angkot.
“Sudah jadi contoh di BRT Koridor 1, 2, 3, 4 yang sudah jalan, itu jelas-jelas sudah mematikan pengusaha angkutan beberapa jurusan. Ibarat orang sakit, kita udah masuk ICU. Makanya kalau keluar lagi rute koridor 5 dan 6. Ya kami langsung mati,” tandasnya.
Dalam mediasi yang berlangsung alot, perwakilan awak angkutan kota beradu argumen dengan Plt Kepala Dinas Perhubungan Tri Wibowo di ruang rapat sekda dan ditengahi oleh Asisten I bidang administrasi Pemerintahan.
Hanya saja mediasi yang berlangsung kurang lebih satu jam tidak mendapatkan hasil apapun, karena pemerintah tidak dapat membatalkan lelang dan ataupun membatalkan operasional BRT sementara para sopir tetap meminta BRT tidak dioperasikan.
Dinas Perhubungan menjadwalkan ulang untuk pertemuan lanjutan dengan perwakilan supir angkot guna mencari solusi permasalahan Rute Baru BRT yang ditolak awak angkot, namun justru para supir angkot tidak berkenan dan berencana memblokade jalan di jurusan trayek yang mereka lewati.
“Sudah ndak usah dateng Di Panti Marhen besok jam 1 siang. Palingan tetap sama keputusannya. Sampai ada keputusan Rute BRT dibatalkan jangan ada yang ‘ngompreng’ kalau ada yang beroperasi resiko ditanggung masing-masing trayek,” teriak Muthohar salah satu supir angkot. (El)
Advertisements