Home Lintas Jateng Sumari Senang dapat Lapak untuk Jualan di Pasar Waru

Sumari Senang dapat Lapak untuk Jualan di Pasar Waru

Boyongan PKL Sawah Besar ke Pasar Waru Semarang.
        Semarang, 9/2 (BeritaJateng.net) – Satu persatu paguyuban PKL yang berjualan di bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT) mulai pindah, seiring progress pelaksanaan normalisasi sungai dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana yang juga sudah berjalan.
        Hari ini, Jumat (09/02/2018), PKL Manunggal Jati Jaya yang berjualan di bantaran BKT di Kelurahan Sawah Besar, secara resmi sudah mendapat tempat yang disediakan dinas Perdagangan Kota Semarang, di kompleks Pasar Waru.
       Lokasinya yang tidak terlalu jauh membuat proses pemindahan para PKL tersebut berjalan lancar dan mendukung rencana normalisasi sungai BKT.
        Seperti yang disampaikan Ketua Paguyuban PKL Manunggal Jati Jaya Kelurahan Sawah Besar Sumari, mengaku senang lantaran saat ini menjadi PKL resmi dan difasilitasi Pemkot Semarang untuk menempati loss di Pasar Waru.
        “Paguyuban saya ada 71 anggota yang memiliki bidang usaha bermacam-macam, mulai dari penjual onderdil bekas, warung makan dan bengkel. Kami pun tidak mempersoalkan kondisi penampungan yang semi permanen dengan ukuran lapak yang hanya 2 x 3 meter,” ujar Sumari yang juga pemilik bengkel las.
         Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto usai memimpin prosesi pemindahan PKL Sawah Besar menyebutkan, lokasi penampungan PKL Manunggal Jati Jaya ini akan cukup ditempati 71 pedagang dan 20 pedagang dari PKL Progo. Sedangkan konstruksi bangunan yang semi permanen dinilainya masih sangat layak dan kuat karena untuk lantai dua hanya digunakan untuk pusat kuliner.
       “Ini (konstruksi dari Besi) bekas dari pasar peterongan, ini bisa digunakan dan masih layak sehingga kami geser kesini (Pasar Waru). Di Pasar Waru memang ada dua paguyuban PKL, rencana kami di tahun 2019, kedepan akan kami desain loss semua sehingga tidak kumuh. Apalagi saat ini pengunjung pasar sudah banyak sehingga ini akan terintegrasi dengan lokasi pasar Waru yang sudah terbangun kokoh dan bagus,” ujar Fajar.
         Lebih lanjut, Ia mengatakan para PKL diberi tenggat waktu hingga tanggal 20 Februari nanti untuk melaksanakan pemindahan secara mandiri. Apabila sampai tanggal tersebut tidak dilaksanakan, maka Dinas Perdagangan akan melakukan sendiri upaya pengosongan lapak PKL di bantaran sungai Banjir Kanal Timur.
       “Sedangkan untuk PKL lainnya yakni di Kelurahan Kaligawe, Sambirejo dan Kemijen akan dibarengkan di wilayah timur, ini masih tahap pembangunan tempat penampungan lokasinya ada di Depan Pesantren Ass Shodiqiyyah,” imbuh Fajar.  (El)