Home Hukum dan Kriminal Sukses Tanpa Tebusan, Pembebasan 10 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibantu Tokoh MNLF...

Sukses Tanpa Tebusan, Pembebasan 10 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibantu Tokoh MNLF dan Gubernur Sulu

Jakarta, 2/5/2016 (BeritaJateng.net) – Setelah lima pekan disekap kelompok garis keras Abu Sayyaf, akhirnya 10 WNI dibebaskan. Pembebasan 10 orang  WNI yang disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf tanpa disertai uang tebusan. Kelompok bersenjata di Filipina itu membebaskan 10 WNI setelah ada negosiasi panjang dengan dibantu dua tokoh filipina yakni Komandan Front Pembebasan Moro(MNLF) dan Gubernur Sulu.

Kivlan Zein salah seorang negosiator membenarkan uang tebusan sudah disiapkan Budiman salah satu utusan perusahaan pemilik kapal di mana para WNI bekerja menjadi anak buah kapal. Uang tebusan disiapkan untuk mengantisipasi kelompok Abu Sayyaf berubah pikiran. Namun negosiasi berjalan mulus dan 10 WNI akhirnya bisa dipulangkan.

“Uang itu dibawa oleh Budiman namun tidak diserahkan. Uang itu akhirnya dibawa pulang kembali,” kata Kivlan.

Kivlan mengakui dalam proses melobi kelompok militan itu, Indonesia dibantu oleh dua tokoh Filipina yakni pimpinan The Moro National Liberation Front (MNLF) Nur Misuari dan Gubernur Sulu Abdusakur Toto Tan.

“Nur Misuari terlibat dalam pembebasan para sandera, Dia adalah teman saya,” kata mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ini.

Ia mengaku kenal dengan Misuari sejak bertugas menjadi pasukan perdamaian di Filipina Selatan pada 1995. Lewat Misuari pula purnawirawan jenderal Angkatan Darat bisa berkomunikasi dengan Abu Sayyaf untuk bisa bernegosiasi dan membebaskan sandera. Abu Sayyaf merupakan kelompok pecahan MNLF pimpinan Misuari.

Setelah dibebaskan, para sandera sempat dijamu di rumah Gubernur Sulu sebelum diterbangkan ke Indonesia. Setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, para sandera ini segera dibawa ke Rumah Sakit Gatot Subroto.(Bj50)