Home Lintas Jateng Sterilisasi Larangan Parkir PNS di Balaikota, Masih Ada PNS Bandel

Sterilisasi Larangan Parkir PNS di Balaikota, Masih Ada PNS Bandel

Semarang, 1/9 (BeritaJateng.net) – Belasan kendaraan operasional berplat merah maupun pribadi yang digunakan PNS, Kamis (01/9) pagi terjaring operasi penertiban penerapan sterilisasi parkir kendaraan bagi PNS Pemkot Semarang di Balaikota.

Penerapan sterilisasi parkir di lingkungan Pemkot Semarang diperuntukkan bagi semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) kecuali pejabat eselon dua, mobil operasional SKPD, dewan, awak media dan tamu atau masyarakat umum.

Puluhan motor yang terjaring penertiban diangkut menggunakan mobil bak terbuka dan diletakkan di Halaman Balaikota untuk digembok sebagai bentuk sanksi.

Tak khayal, banyak PNS yang keberatan dengan peraturan sterilisasi parkir di Balaikota lantaran harus membayar biaya parkir di DP Mall yang dinilai memberatkan karena masih menggunakan hitungan reguler sesuai jam parkir. Mereka menyayangkan peraturan sterilisasi yang tidak dibarengi dengan pemberian kartu langganan parkir di DP Mall.

Salah satu PNS yang berdinas di Seketariat DPRD, Aini menilai dalam penertiban yang dilakukan Dinas perhubungan kota Semarang ini tidak sesuai prosedur, karena kartu langganan parkir di DP Mall yang ditunjuk sebagai tempat parkir para PNS belum ada.

“Harusnya ada dispensasi bagi para PNS untuk sementara parkir di balaikota hingga kartu parkir khusus tersebut jadi. Kita mau parkir disana kan belum punya kartu Langganan Parkir di DP mall,” ujarnya.

Menurutnya jika parkir di DP Mall tanpa kartu parkir khusus akan dikenakan biaya parkir regular yang memberatkan karena dihitung pada jam pertama 2 ribu setelah itu jam berikutnya seribu rupiah/untuk kendaraan bermotor.

“Ya kalau diterapkan parkir regular saya keberatan, padahal jam kerja PNS dilingkungan pemkot semarang dari jam 7 pagi hingga 15.30 WIB,” jelas Aini.

Hari pertama pemberlakuan sterilisasi larangan parkir PNS di Balaikota. PNS yang nekat parkir kendaraannya di gembok dan diangkut menggunakan mobil bak terbuka oleh petugas.
Hari pertama pemberlakuan sterilisasi larangan parkir PNS di Balaikota. PNS yang nekat parkir kendaraannya di gembok dan diangkut menggunakan mobil bak terbuka oleh petugas.

Sementara itu, Kasi Wasdal Parkir Dishubkominfo Kota Semarang Danang Kurniawan, menyebutkan meskipun masih ada beberapa PNS yang masih membandel namun hingga saat ini sudah ada 90 persen lebih PNS sudah memarkirkan kendaraannya di DP Mall.

Pihaknya mengatakan akan terus melakukan penindakan bagi PNS yang melanggar memarkirkan kendaraannya di Balaikota Semarang, operasi ini akan terus dilakukan mulai kemarin hingga 9 September nanti.

“Berkaitan dengan Kartu parkir berlangganan kita sebelumnya sudah berkordinasi dengan pihak DP Mall agar sementara tetap masuk dulu kendaraan PNS meski kartunya belum jadi. Sebenarnya tidak ada masalah kalau dikenai biaya regular akan dikembalikan lagi karena sudah mendaftar parkir berlangganan selama sebulan,” jelasnya.

Ia menuturkan penerapan sistem parkir ini diberlakukan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang akan mengunjungi balaikota Semarang baik untuk mengurus perizinan atau lainnya.

“Rencana kedepan ditahun 2018 pemkot membangun gedung parkir di halaman belakang pemkot Semarang, sehingga akan lebih banyak menampung kendaraan baik PNS maupun masyarakat,” jelas Danang.

Sementara itu, Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang memantau penindakan penerapan sistem parkir di balaikota mengatakan, pada tahap pertama ini dikatakan berjalan lancar, untuk itu pihaknya sangat mengapresiasi para PNS yang telah menaati aturan baru.

“Aturan tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat ketika mengunjungi balaikota. Sedangkan bagi para PNS yang masih bandel saya meminta kepada petugas baik dishub maupun satpol untuk melakukan tindakan tegas. Kalau perlu dilakukan pengembokan,” tegas Ita sapaan akrab Wakil Walikota.

Kendaraan yang diperbolehkan parkir dibalaikota yakni pejabat eselon 2 dan 3, Anggota DPRD, awak media yang bertugas digedung Balaikota, dan para tamu yang akan mengurus layanan publik.(bj05)