Home Nasional Status Awas Gunung Sinabung, 2.727 Jiwa Mulai Mengungsi

Status Awas Gunung Sinabung, 2.727 Jiwa Mulai Mengungsi

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Karo, 4/6 (BeritaJateng.net) – Peningkatan aktifitas Gunung Sinabung hingga level 4 atau status Awas mulai diwaspadai pengungsi dari empat desa. Sebanyak 2.727 jiwa atau sebanyak 677 KK mulai mengungsi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, sebanyak 2.727 jiwa pengungsi berasal dari empat desa yang terdapat di sisi Selatan dan Tenggara dari kawah Gunung Sinabung.

“Masing-masing sebanyak 963 jiwa (218 KK) warga Desa Tiga Pancur mengungsi ke Pos Paroki, kemudian sebanyak 1.108 jiwa (381 KK) dari Desa Gurukinayan mengungsi ke Pos KNPI Kabanjahe, serta 256 jiwa (68 KK) asal Desa Pintu Besi mengungsi ke Pos Pendopo Kantor Bupati Karo, dan 400 jiwa warga Desa Berastepu mengungsi ke Pos Serbaguna Simpangempat,” ungkapnya melalui rilis yang dikirim pada BeritaJateng.net.

Menurutnya, BPBD Karo bertindak cepat dengan mendirikan dapur umum, posko pengungsi di 4 titik, 13 tenda pengungsi dan mencukupi kebutuhan dasar pengungsi.

“Pendataan masih dilakukan BPBD untuk memudahkan dalam penanganan pengungsi. Tim Reaksi Cepat BNPB terus memberikan pendampingan BPBD Karo. Aktivitas masyarakat di Kabupaten Karo berjalan normal,” katanya.

Sutopo menyatakan, peningkatan status dari Siaga (level 3) menjadi Awas (level 4) sejak Selasa (2/6) pukul 23.00 Wib tidak membuat warga Sinabung panik. Masyarakat sudah cukup beradaptasi dengan erupsi Gunung Sinabung yang meletus sejak Agustus 2010.

“Aktivitas Gunung Sinabung terus dipantau. BNPB mengamati guguran lava pijar dari puncak sejauh 1-2 Km ke arah Selatan dan 1 Km ke Tenggara. Terjadi 42 kali guguran dan tremor terus-menerus,” imbuhnya.

Sementara itu, lanjutnya, aktivitas Gunung Karangetang di Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, juga masih tinggi. Sebanyak 339 jiwa (106 KK) masing mengungsi di empat pos pengungsian.

Pengungsi tersebar di Museum Ulu (190 jiwa, 60 KK), Gereja Siloam Salili (21 jiwa, 6 KK), Gereja Bukit Zaitun Tampuna (67 jiwa, 21 KK) dan rumah kerabatnya (61 jiwa, 19 KK). Sebanyak 54 KK harus dari Desa Belali dan Desa Tarorare harus direlokasi karena berbahaya dari ancaman awan panas. Untuk penanganan darurat, BNPB telah memberikan bantuan dana siap pakai Rp 150 juta dan logistik senilai Rp 357 juta. Status G. Karangetang tetap Siaga (level 3). (BJ)