Home Lintas Jateng Sosialisasi Kartu Semarang Sehat Masih Kurang

Sosialisasi Kartu Semarang Sehat Masih Kurang

Semarang, 28/12 (Beritajateng.net) –  Masyarakat miskin dan kurang mampu Kota Semarang saat ini masih banyak yang belum memahami program Pemkot Semarang dibidang kesehatan yang dikenal dengan Kartu Semarang Sehat (KSS). Masyarat masih bingung bagaimana cara mendapatkan kartu ini.

Hal tersebut mengemuka dalam dialog yang diselenggarakan oleh Anggota DPRD Kota Semarang Dyah Ratna Harimurti dalam rangka reses bertempat di Balai Kelurahan Pedurungan Kidul Kota Semarang, Minggu (28/12). “Saya pemegang Kartu Identitas Miskin tapi Belum memiliki kartu Jaskesmaskot apalagi Kartu Semarang Sehat. Terus bagaimana kalau sakit,” ungkap yanti, warga Tlogomulyo.

Kebingungan seperti ini bisa jadi mewakili ribuan masyarakat miskin di kota Semarang. Akses mendapatkan pelayanan kesehatan gratis yang merupakan hak masyarakat terutama yang memiliki kategori miskin dan kurang mampu ditemukan banyak yang tidak didapat oleh mereka.

Menanggapi keluhan tersebut, petugas dari Dinas Kesehatan Kota Semarang Harmoko mengakui sosialisasi belum bisa menyentuh langsung ke seluruh pelosok kota karena keterbatasan tenaga. Namun melalui berbagai media massa sosialisasi sudah sering dilakukan. 
Lebih lanjut Harmoko menjelaskan, KSS merupakan penyempurnaan dari Jamkesmaskot yang sudah berjalan sejak beberapa tahun yang lalu. Penyempurnaan ini dilakukan mengingat masih banyak yang belum tercover dalam Jamkesmaskot. “Seluruh masyarakat terutama miskin dan kurang mampu di kota Semarang diharapkan sudah bisa mendapat jaminan kesehatan gratis melalui program KSS ini,” jelasnya.

Karena saat ini masih banyak warga yang belum menjadi pemegang Jamkesmaskot, maka Harmoko mengharapkan agar kalau ada warga miskin yang sakit untuk minta surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari kelurahan dan kecamatan.

“Rumah sakit kami harapkan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat terutama miskin dan kurang mampu,”.tambahnya.

Harmoko menambahkan, KSS baru akan direalisasikan pada tahun 2015 dan akan dicetak secara bertahap sebanyak 780 buah dan 103.000 pada tahun 2016.

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Dyah Rarna Harimurti mengharapkan agar tidak ada lagi masyarakat miskin dan kurang mampu yang tidak mendapatkan akses pelayanan kesehatan gratis dari Pemkot Semarang. Selain masalah kesehatan, reses tersebut juga menyerap aspirasi dari masyarakat dalam berbagai bidang terutama pembangunan, pendiddikan dan kesejahteraan sosial. (BJ012)

Advertisements