Home Headline Sopir Bus Maut “Sang Egon” Sering Mengeluh Sakit Saat Diperiksa

Sopir Bus Maut “Sang Egon” Sering Mengeluh Sakit Saat Diperiksa

IMG_20150224_132840Semarang,24/2 (beritajateng.net) – Sopir Bus Sang Engon yang sudah ditetapkan tersangka Muhamad Husein (56) dibantarkan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Selasa (24/2) pukul 11.45.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan pihaknya membenarkan sopir Bus Sang Engon pada senin (23/2) pukul 16.00 sudah dipulang dari rumah sakit ke Polrestabes Semarang untuk diperiksa.

“Kemarin sore sudah pulang dari Rumah Sakit Bhayangkara ke Polrestabes untuk kepentingan pemeriksaan,”katanya.

Djihartono menambahkan terkait pemulangan sopir bus untuk keperluan penyidikan tentang seputar kronologis kejadian tersebut.

“Diperiksa sekitar 90 menit dari jam 18.00 sampai 19.30. Ada sekitar 20 pertanyaan, dalam pertanyaan itu memastikan bahwa benar-benar sopir Bus,”ungkapnya.

Namun dalam pemeriksaan tersebut tersangka mengeluh sakit lagi pada tulang rusuknya. Maka dari itu dilakukan pembantaran lagi siang ini.

“Kami lakukan pembantaran ke Rumah Sakit Bhayangkara lagi tadi siang,”tandasnya.

Hingga kini dari informasi yang dihimpun tersangka Sopir Bus Sang Engon Muhamad Husein sudah berada di Rumah Sakit untuk dirawat dalam kondisi kedua tangan diborgol.

Terpisah, Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan (Biddokes) Polda Jateng, Kombes Rini Muliawati mengatakan kondisi tersangka sudah mulai membaik, setelah dilakukan rongent, tersangka hanya mengalami retak tulang rusuk kelima sebelah kanan.

Hal tersebut berbeda dengan diagnosa awal dokter yang mengatakan tersangka mengalami patah empat
tulang rusuk. “Hasil rongent pasien mengalami retak tulang rusuk kelima ,tidak¬†membahayakan kondisinya,” ujar dia.

Sebelumnya, tim penyidik Polrestabes Semarang telah menetapkan sopir bus bernopol B 7222 KGA, warga Gudang Stasiun RT 04 RW 08, Babat, Lamongan, Jawa Timur itu sebagai tersangka.

Ia dijerat Pasal 310 ayat 4 UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan acaman hukuman 12 tahun penjara.(BJ04)