Home Ekbis Sofyan Hidayat : Kita Harus Kalahkan MEA

Sofyan Hidayat : Kita Harus Kalahkan MEA

Dirut Sido Muncul Sofyan Hidayat.

Jakarta, 21/6 (BeritaJateng.net) – Zona perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) resmi dimulai tahun 2016 ini. Dampaknya mulai dirasakan. Misalnya, tenaga kerja dari negara-negara anggota MEA sudah ‘membanjiri’ Indonesia. Begitu pun dengan produk-produk luar. Namun demikian, Indonesia harus mampu mengalahkannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul TBK, Sofyan Hidayat dalam bincang-bicang dengan Event Guide, Sabtu, 18/6 lalu.

“Kita harus mampu berkompetisi bahkan mengalahkan MEA,” ujar Sofyan Hidayat yang juga Dirut PT Muncul Mekar ini.

Sofyan Hidayat optimis, Indonesia mampu menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Tentu saja, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Hal utama yang menjadi perhatian Sofyan Hidayat adalah bagaimana Indonesia mampu mengembangkan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia. Mengenai SDA, Sofyan menarik perhatian pada industri jamu di Tanah Air.

“Jamu itu adalah milik bangsa Indonesia. Jamu adalah budaya kita. Jangan sampai ada kejadian, jamu kita diakui oleh negara-negara lain. Tidak hanya di MEA tapi juga di seluruh dunia. Jamu itu warisan leluhur kita. Kita harus menjaga dan mengembangkannya,” tegas ayah tiga anak ini di kantornya di bilangan Jalan Panjang, Jakarta Barat.

Sofyan memang tidak sekadar bicara. Pria kelahiran Yogyakarta ini sedang membangun sebuah venue berkelas yang akan didedikasikan untuk “marketing communication” jamu di Indonesia. Meminjam istilahnya, “tempat omong-omong” mengenai jamu Indonesia. Lagi-lagi ia menegaskan, “Kita harus siap, jangan sampai produk jamu kita diakui negara lain.”

Venue yang bakal diberi nama “Sentra Jamu Indonesia” ini, menurut Sofyan, akan dipimpin langsung oleh Prof Dr Suwijiyo, seorang pakar dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

“Ya, kita tidak main-main. Kita optimistis dan harus mampu berkompetisi sebagaimana berkali-kali didengungkan oleh Presiden Joko Widodo. Arahnya adalah agar jamu kita dikenal di seluruh dunia sebagai warisan budaya bangsa Indonesia,” imbuh Sofyan lebih jauh.

Kualitas SDM juga menjadi perhatian Sofyan. Menurut eyang dari 6 cucu ini, sangat diperlukan peningkatan kualitas SDM agar Indonesia – lagi-lagi —mampu berkompetisi di pasar MEA dan dunia.

Caranya bagaimana? Pria yang sudah 45 tahun menjadi Dirut PT Muncul Mekar – perusahaan distribusi produk-produk PT Sido Muncul – ini mengatakan setiap orang harus mampu memahami apa yang menjadi pekerjaan atau profesinya.

“Seseorang itu terlebih dahulu harus mampu memahami. Kalau tidak mampu memahami, bagaimana mungkin dia mampu menjawab, apalagi berkompetisi,” tutur pria yang tampaknya “berguru” pada pemikir Yunani Kuna Aristoteles dan Plato ini.

Dari pengalamannya sebagai perintis dan pucuk pimpinan perusahaan, ia menegaskan SDM harus mengerti dan teliti dalam mengerjakan apa yang menjadi tanggungjawabnya.

“Harus diberikan tekanan atau tantangan. Tekanan itu akan membuat orang bergerak, tidak tinggal diam, tidak loyo. Kalau dia berhasil, diberikan reward, dan kalau gagal diberikan punishment,” demikian Sofyan menjelaskan konsep dan ia terapkan di perusahaan yang dipimpinnya.

“Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang sanggup menjadi motor atau penggerak. Supaya bergerak, ya harus diberikan tekanan, target yang jelas. Kalau anak buah atau bawahan ada masalah, jangan cuma dimarahi. Pemimpin juga harus mampu menujukkan solusinya,” timpal pria yang senang main golf dan mancing ini.

Sofyan mengaku dirinya dikenal sebagai sosok yang tegas. Irit bicara. Tidak mau tampil di depan umum. Tapi seorang tipe pekerja keras yang haus tantangan.

Di usianya yang sudah berkepala enam ini, Sofyan masih tampak trengginas untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Karena bisnisnya di dunia jamu, Sofyan berharap jamu Indonesia menjadi jamu terbaik di dunia. (*/BJ)