Home Headline Soal Raibnya Dana Deposito, Polisi Periksa 12 Saksi

Soal Raibnya Dana Deposito, Polisi Periksa 12 Saksi

korupsi dana deposito

Semarang, 22/3 (BeritaJateng.net) – Aparat Polrestabes Semarang meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan terkait dugaan raibnya dana Rp22 miliar milik pemkot yang disimpan di Bank Tabungan Pensiun Nasional (BTPN). 

Penyidikan dan penyelidikan dilakukan sudah sejak 20 Maret 2015 dengan memeriksa 12 keterangan saksi.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan pihaknya sudah melakukan penyidikan atas dasar pengaduan sejak 2 bulan yang lalu.

“Sejak 21 Januari penyidik menerima pengaduan dari DPKAD. Kuat dugaan atas dasar lidik adanya tindak pidana korupsi,” katanya saat Gelar Perkara di Polrestabes Semarang, Minggu (23/3).

Dari laporan tersebut pihaknya sudah mengadakan gelar perkara di dua tempat Polda Jateng 19 sampai 20 Maret 2015 dan Polrestabes Semarang 20 Maret 2015.

“Dari hasil gelar perkara yang dilakukan di Polda dan Polrestabes Semarang kita mengeluarkan 2 surat perintah penyidikan untuk penanganan kasus tersebut. Dua surat penyidikan tersebut yakni tindak korupsi Perbankan, dan Gratifikasi,” tuturnya.

Lebih lanjut Djihartono menjelaskan, dengan adanya dugaan praktik tindak pidana korupsi, pihaknya langsung menindaklanjuti aduan hilangnya uang tersebut. Maka dari itu penyidik kini telah memeriksa dan meneliti dokumen terkait  penandatanganan nota kesepahaman (MoU) 6 Januari 2015 lalu, dan buku pemindahan dana dari layanan giro ke deposito yang sudah dilakukan pada November 2014 oleh DPKAD dengan bukti tanda terima sertifikat deposito. Disisi lain, menurtutnya penyidik juga telah memeriksa, dan memintai keterangan sebanyak 12 orang yakni pejabat.

“Sudah ada yang diperiksa semua namun kami belum menetapkan tersangka,” jelasnya.

Namun demikian tambah Djihartono, pihaknya memastikan penyidikan yang dilakukan polisi tidak sampai disitu saja, bahkan menurutnya, kemungkinan pemeriksaan sampai dari awal Mou dengan pihak bank dan ketidakhadiran salah satu perusahaan perbankan itu dalam pembaruan MoU dengan Pemkot Semarang itu.

“Kami akan telusuri semua dari awal diakuinya, menimbulkan kecurigaan, apalagi MoU yang ditanda tangani dengan kalangan perbankan itu penting. apakah ada tindak penyimpangan korupsi atau tidak masih kita dalami,” jelasnya.

Terkait penetapan tersangka, Djihartono mengatakan setelah penyidikan berjalan dan semua saksi diperiksa.

“Tunggu saja nanti. Pemeriksaan akan berlanjut, dengan itu akan diketahui siapa yang melakukan penyimpangan tersebut,” tandasnya.(BJ04)