Home News Update Soal Penundaan DAU, Ganjar Minta Penjelasan ke Menkeu

Soal Penundaan DAU, Ganjar Minta Penjelasan ke Menkeu

Purwokerto, 1/9 (BeritaJateng.net) – Penundaan kucuran Dana Alokasi Umum (DAU) untuk Propinsi Jateng yang mencapai Rp 336,7 miliar atau Rp 84,1 miliar per bulan ini, membuat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo geram. Pasalnya, penundaan ini terjadi di pertengahan tahun anggaran dan tidak ada pembicaraan terlebih dahulu dengan daerah.

Ganjar mengaku, ia langsung berkirim surat ke Menteri Keuangan untuk menanyakan perihal penundaan tersebut. Dalam surat tersebut, Ganjar menanyakan alasan penundaan DAU untuk Jateng, serta kesalahan apa yang dilakukan sehingga terjadi penundaan DAU.

ʺKita ini seperti tertuduh akan adanya pengendapan anggaran dan sebagai sanksinya, DAU ditunda. Saya sudah jelaskan kepada Ibu Menkeu, bahwa itu bukan pengendapan, tetapi merupakan kas umum yang memang keluar-masuk,ʺ kata Ganjar, Kamis (1/9) di Banyumas.

Terkait kas keluar-masuk ini,Ganjar menjelaskan, ada kontraktor yang belum mengambil bayarannya. Kemudian ada pendapatan pajak yang masuk secara terus-menerus.

Ganjar juga menyesalkan keputusan penundaan DAU yang tanpa diawali dengan komunikasi terhadap pimpinan daerah.

ʺSaya sangat memahami kebingunan kabupaten/kota dengan pemotongan DAU ini, jangankan bupati/walikota, saya saja selaku gubernur yang merupakan kepanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, juga tidak diajak bicara terlebih dahulu. Tiba-tiba saja mendapat surat cinta pemotongan DAU,ʺ ungkapnya.

Penghematan

Ganjar menjelaskan, penundaan penyaluran DAU di tengah tahun anggaran, sangat berdampak terhadap kegiatan di daerah. Pemprov harus menghitung kembali kondisi keuangan. Penghematan harus dilakukan, terutama untuk perjalanan dinas dalam dan luar negeri, rapat-rapat dan kegiatan lain yang tidak begitu penting agar ditunda.

Kegiatan yang sifatnya pemeliharaan, seperti pemeliharaan gedung, jalan, pengecatan ulang dan sejenisnya juga diminta untuk ditunda.

ʺUntuk proyek infrastruktur, kita usahakan tetap jalan terus,ʺ janji Ganjar.

Sebelum ada penundaan DAU, kata Ganjar, Pemprov juga sudah melakukan evaluasi dengan mengendalikan 25 persen anggaran yang ada agar tidak dibelanjakan dulu. Hal ini karena kondisi keuangan daerah yang tidak begitu baik.

“Tahun ini, pendapatan Jawa Tengah diperkirakan kurang Rp 1,1 triliun dari target, karena pendapatan utama pemprov dari pajak kendaraan bermotor dan segala jenis terkait PKB tidak mencapau target,ʺ kata Ganjar. (BJ33)

Advertisements