Home Headline Soal Limbah, Polisi akan Datangkan Tim Ahli

Soal Limbah, Polisi akan Datangkan Tim Ahli

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Semarang, 14/3 (BeritaJateng.net) – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrim Sus) Polda Jateng hingga saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari sampel yang telah diambil dari kawasan PT Sido Muncul di Kabupaten Semarang.

“Kita masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari sampel yang kita ambil. Apakah tercemar limbah pabrik Sido Muncul atau bahkan tercemar limbah pabrik lain,” ujar Dir Reskrim Sus Polda Jateng Kombes Djoko Poerbo.

Selain menunggu hasil laboratorium lanjut Djoko, pihaknya saat ini masih mengumpulkan keterangan dari beberapa warga sekitar pabrik.

“Kita masih mengumpulkan keterangan warga sekitar pabrik,” tambahnya.

Dari keterangan yang didapatkan, nantinya akan ditindaklanjuti dengan mendatangkan tim ahli yang dapat menyimpulkan apakah benar-benar sungai tersebut tercemar limbah Sido Muncul atau tercemar dari limbah pabrik lain.

“Setelah kita kumpulkan keterangan warga, kita akan datangkan tim ahli untuk menyimpulkan apakah benar tercemar limbah Sido Muncul atau tidak atau bahkan tercemar oleh limbah pabrik lain,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, buntut temuan tim independen terkait air yang tidak sesuai baku mutu yang dibuang ke sungai Klampok oleh beberapa industri, seperti PT Jamu dan Farmasi Sido Muncul, usaha pencucian PT Insanpaq dan PT Grasia Husada Farma (GHF), kini proses penyelesaiannya terus berlanjut.

“Masing-masing sampel, kami ambil sekitar lima liter. Setelah dimasukkan ke dalam jerigen, sampel tersebut kami segel untuk dibawa ke laboratorium. Tujuan utama untuk mengecek tingkatan baku mutu limbah cair. Pengecekannya, kami rencanakan di Laboratorium Sucofindo yang sudah terakreditasi,” terang Kompol Suhartono, saat mengambil sampel beberapa waktu lalu.

Apabila setelah dilakukan uji laboratorium sampel yang diambil terbukti menunjukkan hasil di atas takaran standar baku mutu limbah cair, pihaknya akan mengambil tindakan hukum.

Penyelidikan tersebut dilakukan petugas bermula dari perintah Bupati Semarang, dr. Mundjirin yang sebelumnya mendapatkan laporan kalau sungai Klampok tercemar oleh limbah pabrik. Bupati memerintahkan langsung Kepala Badan Lingkungan Hidup, Nur Hadi untuk melakukan kajian.

“Tolong Pak Nurhadi (Kepala BLH) identifikasi berapa pabrik yang membuang dan setiap pabrik di cek satu persatu. Jangan-jangan ada yang lainnya, Sidomuncul. Ada laporan kalau berbau dan warnanya hitam, harus diteliti bisa jadi inveksius,” perintah Bupati Semarang dr. Mundjirin kepada Nurhadi pada (15/1) lalu.

Menurut Bupati, sudah 2 kali Sidomuncul bermasalah dengan limbah. Beberapa tahun lalu setelah dilakukan pengecekan ternyata ada kebocoran limbah. Tetapi sudah dilakukan perbaikan setelah diberi pembinaan. Belakangan muncul kembali permasalahan limbah atas laporan dari masyarakat. Bahkan masyarakat melaporkan akibat pencemaran limbah itu menyebabkan tanaman tidak normal. Ada temuan padi yang tercemari limbah berbeda rasa dan warnanya. Bupati berjanji akan segera melakukan pemeriksaan.

Dan untuk menyelesaikan persoalan tersebut, sejumlah perwakilan perusahaaan yang memiliki outlet limbah ke sungai Klampok di Kecamatan Bergas dipanggil untuk didengar keterangannya dalam rapat koordinasi dengan Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (13/2/2015) terkait adanya dugaan pencemaran limbah.

Perusahaan yang dipanggil untuk didengar keterangannya adalah perusahaan yang saat disidak ditemukan adanya dugaan pelanggaran. Sejumlah perusahaan tersebut antara lain, PT Jamu dan Farmasi Sidomuncul, usaha pencucian PT Insanpaq dan PT Grasia Husada Farma (GHF).

Anggota komisi C dan perwakilan LSM Organisasi Pelestari Sungai Indonesia (OPSI) Kabupaten Semarang mencecar pertanyaan terkait dugaan penyimpangan pengelolaan limbah yang dilakukan perusahaan tersebut.

Sementara itu perwakilan PT Jamu dan Farmasi Sidomuncul, Manager Plant Industri Jamu dan Farmasi PT Sido Muncul, Hadi Hartojo tidak dapat berkelit ketika didesak oleh anggota komisi C terkait adanya truk tanki yang ternyata mengangkut air yang keruh dan berbau yang diduga limbah. (BJ04/BJ27/BJ29)