Home News Update SMP Negeri 4 Semarang Tanamkan Kedisiplinan Saat MOPD

SMP Negeri 4 Semarang Tanamkan Kedisiplinan Saat MOPD

IMG_20150709_075738

Semarang, 9/7 (BeritaJateng.net) –¬†Hari ini, Kamis (9/7) di SMP Negeri 4 Semarang sebagaimana sekolah-sekolah yang lain, mengadakan Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) yang berlangsung selama tiga hari, yakni hari Kamis, Jumat dan Sabtu.

Berkenaan dengan hari pertama memasuki tahun ajaran baru 2015/2016. Jumlah siswa yang terdaftar di SMP Negeri 4 ini ada 255 siswa. Terbagi atas 150 siswa putri dan 105 siswa putra.

Kegiatan tahun ini berbeda dengan tahun lalu karena semua materi disampaikan secara internal dari sekolah dan di setting berbeda dengan melibatkan anggota TNI, POLRI, Dinas Kesehatan Kota (DKK).

Untuk hari pertama diisi materi dari TNI, unsur-unsur yang tampak, satu diantaranya menanamkan karakter bangsa. Dari POLRI, diisi materi disiplin berlalu lintas, seperti disaksikan di lapangan, bagaimana parahnya pengguna jalan, oleh karena itu penting disampaikan ilmu disiplin berlalu lintas.

Dari DKK, mengisi materi pendidikan bagi anak putri pada masa menstruasi termasuk pola-pola kesehatan yang lain khususnya di sekolah-sekolah, karena masa anak-anak merupakan masa transisi.

Kemudian ada wawasan wiyata mandala yang akan disampaikan dari guru-guru SMP Negeri 4 Semarang. Bagaimana merawat dan menjaga lingkungan yang digelar selama tiga hari kedepan.

Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Semarang, Ringsu Suratno berharap ada sinergi yang membentuk karakter anak supaya tidak hanya bertanggungjawab di sekolah. Namun menjadi tanggungjawab bersama.

“Untuk pembagian kelas sudah disetting 8 rombongan belajar belum menggunakan nama kelas VII, tetapi masih menggunakan nama-nama Pahlawan,” ujarnya.

Ada kelas Diponegoro, lanjutnya, ada kelas Ki Hajar Dewantara dan seterusnya. Ini juga bermakna karena anak-anak dikenalkan dengan nama-nama pahlawan. Mereka akan belajar dengan nilai-nilai nasionalisme di dunia pendidikan.

Karakter SMP Negeri 4 Semarang tidak bisa disamakan dengan SMP lain, di sekolah ini lebih ditekankan pada aspek kedisiplinan dan lingkungan.

“Kita menerima siswa bukan karena jumlah pendaftar melainkan jumlah kuota. Pendaftar lebih banyak daripada yang diterima, seperti tahun ini pendaftar sampai 600 lebih, “ujar Ringsu.

Dia pun berpesan dalam belajar, siswa harus selalu dalam kondisi ceria karena itu penting, MOPD ini jangan sampai terkesan ada perpeloncoan. “Kita harus menciptakan rasa nyaman sehingga berpengaruh pada kenyamanan dalam proses belajar. Berbeda dengan orang yang belajar dalam kondisi tertekan,” katanya.

Harapannya, tambah Ringsu, akan membekali pada anak-anak siap belajar karena ada faktor niat, kenyamanan, dan pengawasan dari orang tua.

Personil yang diterjunkan dari lingkup eksternal sekolah ada TNI, POLRI, dan DKK. Dari internal sekolah ada guru, pengurus sekolah, pengurus OSIS dalam memandu dan menanamkan pendidikan.

Ketua OSIS, M. Rizky A. menjelaskan hari pertama MOPD siswa diarahkan membawa bungkus nutrisari dibentuk semenarik mungkin dengan dihias sesuai kreasi siswa. Hari kedua, siswa membawa mie instan dibungkus seperti kado dan diberi pita. Hari ketiga, siswa membawa gula pasir dibentuk seperti permen dan diberi pita.

“Dari OSIS memberikan pelatihan PBB dan diajarkan mengamalkan sedekah melalui zakat fitrah berupa gula beras dan mie instan. Sehubungan dengan bulan Ramadhan, maka untuk menghemat energi peserta MOPD serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” paparnya saat mengisi kegiatan MOPD. (BJT01)