Home News Update SMAN 1 Purbalingga Bantah di Black List UGM

SMAN 1 Purbalingga Bantah di Black List UGM

Rapat komite sekolah SMAN 1 Purbalingga.

Purbalingga, 14/7 (BeritaJateng.net) – Kepala SMA Negeri 1 Purbalingga, Drs Kustomo menepis anggapan bahwa SMAN 1 Purbalingga di black list oleh UGM dalam penerimaan mahasiswa baru jalur undangan atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Lulusan SMAN 1 Purbalingga tahun 2015/2016 ini, ada 72 yang diterima di berbagai pergurian tinggi negeri, seperti ITB, UNS, Undip, Unnes, UNY, Unsoed, dan 8 diantaranya di UGM.

“Jadi, tidak benar kalau SMAN 1 Purbaingga di black list oleh UGM. Buktinya lulusan tahun ini ada 8 yang diterima di UGM, diantaranya di Kedokteran Gigi, Kedokteran Hewan, Kehutanan, Ilmu Gizi, Ilmu Hukum, Keperawatan dan lain-lain. Ini membutikan, lulusan SMAN 1 Purbalingga tahun ini mampu menepis anggapan black list itu,” tegas Kustomo pada rapat pleno komite dengan orang tua/wali kelas 10 SMAN 1 Purbaingga, di Aula sekolah setempat, Kamis (14/7/2016).

Hadir pada rapat itu,Ketua Komite Nurul Hidayah Supriyati, SH, M.Hum beserta anggotanya, jajaran dewan guru dan karyawan SMAN 1 Purbalingga.Pada tahun ajaran baru 2016/2017 ini, SMAN 1 Purbalingga menerima 396 siswa baru.

Kustomo menjelaskan, pada lulusan tahun 2014/2015 memang tidak ada satu pun siswa SMAN 1 Purbalingga yang diterima di UGM. Namun itu bukan berarti di black list.Bisa jadi tidak diterima di UGM, karena nilai untuk masuk ke jurusan yang dipilih, tidak memenuhi score yang ditetapkan.

“Untuk menghapus kesan di blacklist itu, beberapa waktu lalu kami mendatangkan wakil rektor UGM untuk menjelaskan di hadapan orang tua siswa kelas XII, bahwa tidak ada istilah black list. Dan sekarang terbukti, ketika lulusan SMAN 1 Purbalingga semakin berkualitas, banyak yang diterima di PTN ternama,seperti UGM, ITB, Undip, UNS, UNY, Unnes dan sebagainya,” tegas Kustomo.

Kustomo juga bangga dengan banyaknya lulusan SMAN 1 Purbalingga yang diterima lewat jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), maupun yang diterima di pergurian tinggi kedinasan, seperti STAN, STIS, IPDN dan STIN. Juga di Politeknik Kesehatan (Poltekkes). Dan yang lebih membanggakan lagi, mereka yang diterima itu tidak hanya diterima di satu PTN saja,namun banyak yang diterima hingga dua PTN, tiga PTN, bahkan ada yang diterima di empat perguruan tinggi.

Seperti yang dialami Bagas Anindito, lulusan terbaik SMAN 1 Purbalingga tahun 2015/2016 dengan perolehan Nilai UN 547, 5 atau rata-rata 91,25 yang merupakan nilai tertinggi UN SMA se Purbalingga, bisa diterima di empat tempat. Yakni Kedokteran UNS jalur SBMPTN, Teknik Kimia Undip jalur mandiri, D3 jurusan Pajak STAN Jakarta, dan lolos berkas beasiswa ke Jepang yang diselenggarakan oleh Kedubes Jepang.

“Ini menandakan, lulusan SMAN 1 Purbalingga dari tahun ke tahun semakin berkualitas. Dan kami akan terus menggenjot kualitas itu, agar lulusannya semaki banyak diterima di PTN PTN favorit maupun PT kedinasan. Ke depan, kami akan intensif menjalin kerjasama dengan pihak UI, ITB,UNS, Unibraw, UGM, Undip, Unsoed dan PTN-PTN favorit lainnya untuk datang ke SMAN 1 Purbalingga. Dan utuk soal biaya, kami menekankan kepada bapak ibu, nggak usah khawatir. Sekarang banyak beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah,” ujar Kustomo.

Kustomo juga menekankan, kualitas siswa baru klas 10 SMAN 1 Purbalingga tahun ajaran 2016/2017 ini sangat membanggakan.

“Ada 52 lulusan SMPN di Purbalingga yang nilai matematikanya saat UN SMP mendapat 100, masuk ke SMAN 1 Purbalingga semua. Demikian juga yang meraih nilai UN 100 untuk mata pelajaran IPA dan Bahasa Indonesia, masuk ke SMAN 1 Purbalingga. Ini artinya, kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya ke SMAN 1 Purbalingga sangat bagus. Kalau di sini saja sudah sangat bagus, mengapa harus ke luar kota,” tegas Kustomo.

Pada tahun ajaran 2016/2017 ini, lanjut Kustomo, untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, pihaknya merintis akan membuat boarding school atau sekolah berasrama. Untuk tahap awal, akan membuat pondasi terlebih dahulu. “Kelak nanti akan dibikin satu kelas dulu untuk boarding school. Selanjutnya dievaluasi, dan bisa bertambah,” ujarnya. (BJ33)