Home News Update Siswa TK Al Firdaus Sulap Sampah Jadi Kostum Cantik

Siswa TK Al Firdaus Sulap Sampah Jadi Kostum Cantik

Kostum yang dikenakan meruapakan daur ulang sampah yang di buat murid TK Al-Firdaus
Kostum yang dikenakan meruapakan daur ulang sampah yang di buat murid TK Al-Firdaus
Kostum yang dikenakan meruapakan daur ulang sampah yang di buat murid TK Al-Firdaus

Semarang,13/6 (BeritaJateng.net) – Kreativitas murid-murid TK Al Firdaus membuat kostum dan aksesoris pakaian dari daur ulang sampah, yang diperagakan pada fashion show di halaman Masjid Jami’ Jatisari Kecamatan Mijen Semarang, Sabtu (13/6) pagi.

Peragaan kostum daur ulang limbah tersebut dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup dan bertujuan menanamkan kepada anak-anak tentang kepedulian sampah mulai usia dini. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah TK Al Firdaus, Kundarti Ari saat di temui di lokasi acara.

“Kita mengadakan acara ini tujuannya adalah karena di bulan Juni ini untuk memperingati hari lingkungan hidup, jadi kita akan menanamkan kepada anak-anak untuk peduli sampah dari usia dini. Karena sampah semakin lama semakin banyak, jadi kita mau membuat sampah mempunyai nilai jual,” tuturnya.

Pembuatan aksesoris daur ulang sampah tersebut menggunakan sampah-sampah plastik yang dapat didaur ulang, seperti contohnya dari kantong plastik kresek. Dan ternyata dari plastik-plastik yang langsung dibuang tersebut, bisa dimanfaatkan untuk menjadi baju dan ber macam-macam aksesoris lain. 

Dalam pembuatan macam-macam aksesoris tersebut dibutuhkan kreativitas murid-murid untuk merangkainya menjadi lebih menarik. “Jadi kita perlu mempunyai kreativitas dalam membuat desain costum tersebut, tentunya jika tak mempunyai kreativitas tak akan menjadi lebih menarik,” ucapnya.

Dari beberapa Jenis contoh sampah plastik yang dapat didaur ulang yaitu seperti botol minum, kertas bekas, sampah kantong plastik, dedaunan kering dan lain-lainnya. Bukan hanya itu, beragam sampah ini juga dapat disulap menjadi topi, rompi, kalung, sandal dan beberapa aksesoris lainnya.

“Barang bekas setiap hari pasti banyak, seperti sampah-sampah rumah tangga, atau sampah yang ada di sekolah seperti bungkus-bungkus snack anak-anak, dan itu yang kita manfaatkan untuk di daur ulang nantinya. Untuk pembuatan daur ulang tersebut kita libatkan guru dan wali murid untuk membantu murid-murid merangkai aksesoris daur ulang sampah tersebut,” tambahnya. (BJ06)