Home Headline Siswa SLB Tenggelam Ditemukan Mengapung di Jepara

Siswa SLB Tenggelam Ditemukan Mengapung di Jepara

Basarnas mengevakuasi korban tenggelam
Basarnas mengevakuasi korban tenggelam
Basarnas mengevakuasi korban tenggelam

Jepara, 8/2 (BeritaJateng.net) – Setelah Lima hari dinyatakan tenggelam di sungai, Mahbub Al Hafid(17), siswa Sekolah Luar Biasa Negeri Wiradesa Pekalongan, Jawa Tengah, akhirnya ditemukan nelayan di Perairan Mlonggo, Jepara, Minggu.

Kondisi wajah korban sudah sulit dikenali, namun dari ciri-ciri pakaian yang dikenakan dan tanda tai lalat dileher, menguatkan identitas korban.

Priyo satu dari nelayan yang menemukan korban menyatakan, jasat korban Al Hafid ditemukan nelayan Jepara saat mencari ikan diperairan Mlonggo, sekitar 3 Mil dari pantai. Saat ditemukan kondisi jasat korban mengapung dengan posisi tertelungkup.

Karena tidak berani evakuasi, para nelayan memberitahu ke BPBD Jepara.

“Kami sulit untuk evakuasi korban karena tubuhnya yang sudah membesar,” jelas Priyo.

Anggota BPBD Jepara dan Relawan Sar lansgung melakukan evakuasi jasat korban yang masih mengapung di tengah laut.

Untuk melakukan evakuasi jasat korban yang telah membesar, terpaksa ditarik dengan seutas tali hingga akhirnya dinaikan dalam perahu motor.

Muhammad Zaenuddin, pegawai BPBD Jepara mengungkapkan, dengan kondisi jasat yang telah berubah, sempat membuat korban sulit dikenali. Hanya saja, dari pakaian yang dikenakan dan tai lalat yang ada di leher korban, jelas korban adalah Mahbub Al Hafid.

“Korban mengenakan kaos berwarna merah dengan tulisan SLB Negeri Wiradesa, Pekalongan. Hal itu sesuai dengan ciri-ciri korban saat dinyatakan tenggelam,” ujar Zaenuddin.

Zaenuddin menambahkan, Mahbub Al Hafid sempat dinyatakan tenggelam sejak lima hari lalu. Pencarian dilakukan dari menyisir sungai dan laut, hingga pemberitahuan lewat jejaring sosial facebook.

“Awalnya BPBD Jepara dan Relawan Sar mengetahui justru dari facebook,” kata Zaenuddin.

Setelah dilakukan visum di RSUD Kartini Jepara, korban langsung dibawa pulang rumah duka di Desa Manyangan, Pekalongan. (BJ18)