Home Headline Sisir Kota Semarang, Satpol PP Tangkap Manusia Karung yang Mulai Menjamur

Sisir Kota Semarang, Satpol PP Tangkap Manusia Karung yang Mulai Menjamur

Sisir Kota Semarang, Satpol PP Tangkap Manusia Karung yang Mulai Menjamur

Semarang, 13/10 (BeritaJateng.net) – Manusia karung mulai menjamur di kota Semarang, tak hanya membuat estetika kota menjadi nampak kumuh, namun manusia karung justru diduga menjadi profesi instan dengan mengharapkan belas kasih warga masyarakat. Tak jarang, manusia karung justru berasal dari kota kabupaten di sekitar kota Semarang.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang menyisir kota Semarang, Selasa (12/10). Mereka mendapati empat manusia karung yang duduk menunggu belas kasih warga.

Ironisnya, dari empat manusia karung, dua diantaranya berasal dari luar kota Semarang. Empat manusia karung itu terdiri dari tiga pria dan satu wanita. Mereka sempat berteriak menolak diamankan petugas. Namun karena kalah jumlah, mereka akhirnya tetap diangkut ke truk Satpol PP.

Kepala Satpol PP Kota Semarang mengatakan penangkapan ini berdasarkan peraturan daerah Kota Semarang nomor 5 tahun 2014 tentang Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT).

“Kami tidak ada kompromi terkait yustisi hari ini. Kota Semarang harus bersih dari PGOT,” kata Fajar.

Ia pun mengaku jengkel dengan ulah para manusia karung ini sebab mengganggu keindahan kota Semarang yang merupakan Kota Wisata. Apalagi, kata dia, anggotanya tadi menangkap manusia karung yang menjamur di depan Kantor Pemerintahan.

“Tadi ada satu manusia karung yang beroperasi di depan Kantor Satpol PP Jawa Tengah, di Jalan Imam Bonjol. Ini jelas keterlaluan,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga geram lantaran dua manusia karung diketahui dari Luar Kota Semarang.

“Ada satu manusia karung dari Pasuruan Jawa Timur dan satunya lagi dari Kabupaten Pati Jawa Tengah,” beber dia

Empat manusia karung ini kata dia, baru satu kali beraksi. Oleh karena itu, pihaknya hanya melakukan pendataan dan pembinaan agar keempatnya tak mengulangi perbuatannya. Namun, apabila di kemudian hari ada yang mengulangi, maka pihaknya akan memberi sanksi tegas seperti dijebloskan ke panti rehabilitasi sosial. (Ak/El)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fifteen − 10 =