Home News Update Sisa Anggaran Tinggi, Penyaluran DAU 18 Kabupaten di Jateng Ditunda

Sisa Anggaran Tinggi, Penyaluran DAU 18 Kabupaten di Jateng Ditunda

ilustrasi

Purwokerto, 23/8 (BeritaJateng.net) – Akibat sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) yang tinggi dari APBD 2015 sebesar Rp 461 miliar, atau 11 persen dari total APBD, penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) untuk Kabupaten Banyumas ditunda hingga empat bulan ke depan.

Meskipun DAU ini sebagian besar untuk membayar gaji PNS, namun Bupati Banyumas, Achmad Husein menyatakan, hal tersebut bukanlah masalah besar.

“Penundaan DAU ini bukan masalah besar, kami masih bisa membayar gaji PNS dengan Silpa yang sudah dimasukan dalam APBD 2016,” kata Achmad Husen, Selasa (23/8).

Penundaan DAU ini sudah tertuang dalam Permenkeu Nomor 125/PMK.07/2016. Sesuai Permenkeu N0 125/PMK.07/2016, Kabupaten Banyumas termasuk salah satu kabupaten di Jateng yang akan mengalami penundaan penyaluran DAU hingga empat bulan ke depan.

Di Jawa Tengah sendiri, ada 18 kabupaten yang mengalami penundaan penyaluran DAU, termasuk Banyumas, Purbalingga, Cilacap dan Banjarnegara. Sesuai ketentuan dalam Permenkeu tersebut, DAU yang mengalami penundaan akan dibayarkan pada tahun anggaran 2017 bila kondisi keuangan negara memungkinkan.

Lebih lanjut Husein menjelaskan, DAU yang mengalami penundaan penyaluran sekitar 60 persen dari total nilai DAU yang diterima. Kabupaten Banyumas menerima Rp 2,39 triliun dari DAU. DAU tersebut, disalurkan setiap bulan dengan rincian sekitar Rp 115,8 miliar.

Sesuai Permenkeu, nilai DAU yang mengalami penundaan untuk Kabupaten Banyumas sebesar Rp 63,3 miliar. Sehingga Banyumas masih menerima penyaluran DAU sekitar Rp 52,5 miliar.

Gaji Pegawai

Sementara itu, untuk kebutuhan gaji pegawai di Banyumas membutuhkan anggaran sebesar Rp 67,6 miliar. Anggaran tersebut untuk gaji sebanyak 15.500 pegawai. Sehingga dengan penerimaan DAU yang hanya Rp 52,5 miliar, masih ada kekurangan untuk pembayaran gaji pegawai.

Bupati menjelaskan, untuk kekurangan anggaran gaji pegawai akan diambilkan dari Silpa 2015 yang sudah dikembalikan dan dimasukan dalam APBD 2016. Karenanya, para pegawai diminta untuk tidak cemas soal pembayaran gaji.

“Gaji PNS tidak akan terlambat dan akan dibayarkan seperti biasa, saya jamin itu,” tegas Husein. (BJ33)

Advertisements