Home Lintas Jateng Sidenuk, Rekayasa Pembibitan Padi Teknologi Nuklir

Sidenuk, Rekayasa Pembibitan Padi Teknologi Nuklir

Walikota Semarang memanen padi Sidenuk.

Semarang, 10/8 (BeritaJateng.net) -Sejumlah petani di area persawahan Jalan Kliwonan Raya Kelurahan Gunungpati Semarang, melakukan panen raya hasil eksperimen rekayasa pembibitan padi menggunakan teknologi nuklir.

Padi tersebut diberinama Varietas Inpari 30 Sidenuk (Sidedikasi Nuklir). Varietas ini berasal dari jenis padi Diah Suci yang diradiasi sinar gamma dengan dosis 0,20 kGy dari 60Co. Eksperimen program ketahanan pangan yang merupakan kerjasama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Unnes, Dinas Pertanian dan kelompok tani ini dinilai mampu menghasilkan kualitas lebih baik dan lebih menguntungkan ketimbang jenis padi sebelumnya. Jika panen sebelumnya menghasilkan 6 ton, saat ini menjadi 8,6 ton per hektar. 

“Adanya bantuan alat dari Batan, untuk melakukan panen pakai mesin, sekaligus penanaman padi juga pakai mesin ini patut disyukuri. Dari 6 ton menjadi 8,6 ton per hektar,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi usai melakukan tinjauan panen padi di Gunungpati Semarang, kemarin. 

Ada delapan kelompok tani yang diberikan alat pemanen padi Combine Harvestor sebanyak 8 unit oleh Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian. Sesuai kesepakatan telah dibuat tiga demplot (demontrasi plot ) masing-masing 5 hektar, dua demplot terletak di Gunungpati dan satu demplot di Tugu.

“Ini merupakan bentuk kerjasama yang sangat menguntungkan sekaligus sinergi antara lembaga pemilik teknologi, lembaga pendidikan dan pendampingan masyarakat,” kata Hendi.

Dijelaskan Hendi, Sidenuk merupakan varietas unggul padi hasil inovasi yang menggunakan teknologi nuklir dan telah memperoleh sertifikasi dari Kementrian Pertanian. Di antara keunggulannya memilik produktivitas lebih tinggi bisa mencapai 8 sampai 9,1 ton per hektar dengan masa tanam 110 hari.

Selain itu, padi Sidenuk tahan terhadap serangan hama dan menghasilkan rasa nasi lebih pulen. “Ini merupakan rekayasa pembibitan dari Batan,” katanya.

Hendi mengakui, meski luas lahan pertanian di Kota Semarang terbatas, namun ia mengaku yakin
bahwa dengan adanya inivasi seperti ini akan mampu mewujudkan kedaulatan pangan di Kota Semarang. “Selain itu juga mampu menghasilkan produk-produk pertanian yang unggul, sebut saja Durian Kholil, Klengkeng dan Jambu Biji Krista,” imbuhnya.

Kukuh Hadisunarto, salah satu anggota kelompok tani Gunungpati Semarang, mengaku puas terhadap hasil inovasi varietas Inpari 30 Sidenuk. Menurutnya, hasil panen dari padi jenis ini jauh lebih meningkat dibanding panen sebelumnya.

“Panen sebelumnya hanya mampu menghasilkan 6,2 ton per hektar, sekarang menjadi 8,6 ton per hektar. Kelebihan lainnya adalah tahan terhadap hama dan bisa cepat panen,” ungkap Ketua RW 7 Kelurahan Gunungpati ini. (Bj05)