Home Headline Sidang Limbah, Sidomuncul Akui Ada Kebocoran

Sidang Limbah, Sidomuncul Akui Ada Kebocoran

sido muncul

Ungaran, 13/2 (BeritaJateng.net) – Sejumlah perwakilan perusahaaan yang memiliki outlet limbah ke sungai Klampok di Kecamatan Bergas dipanggil untuk didengar keterangannya dalam rapat koordinasi dengan Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (13/2/2015) terkait adanya dugaan pencemaran limbah.

Perusahaan yang dipanggil untuk didengar keterangannya adalah perusahaan yang saat disidak ditemukan adanya dugaan pelanggaran.

Sejumlah perusahaan tersebut antara lain, PT Jamu dan Farmasi Sidomuncul, usaha pencucian PT Insanpaq dan PT Grasia Husada Farma (GHF).

Anggota komisi C dan perwakilan LSM Organisasi Pelestari Sungai Indonesia (OPSI) Kabupaten Semarang mencecar pertanyaan terkait dugaan penyimpangan pengelolaan limbah yang dilakukan perusahaan tersebut.

Seperti adanya perbedaan temuan hasil laboratorium yang dikeluarkan oleh tim dari PT Grasia Husada Farma dan LSM. Pimpinan rapat Ketua Komisi C, Ngesti Nugraha sempat menanyakan perbedaan hasil uji laboratorium.

Tim pengkaji independen menemukan air tersebut tidak sesuai baku mutu. Namun perusahaan mengklaim air yang dibuang ke sungai klampok sudah dikelola dan sesuai baku mutu. Bahkan perusahaan seakan-akan tidak percaya hasil uji laboratorium tersebut dari outletnya PT GHF.

“Semestinya tim yang akan menguji juga mengundang kami saat pengambilan sampel,” kata Paryoko.

Sementara itu perwakilan PT Jamu dan Farmasi Sidomuncul, Manager Plant Industri Jamu dan Farmasi PT Sido Muncul, Hadi Hartojo tidak dapat berkelit ketika didesak oleh anggota komisi C terkait adanya truk tanki yang ternyata mengangkut air yang keruh dan berbau yang diduga limbah.

Anggota Komisi C juga mempertanyakan terkait ada outlet khusus untuk menyamarkan saat pembuangan air ke sungai. Selain itu juga ditanyakan terkait penutupan anak sungai klampok sepanjang 60 meter.

“Kenapa saat kami sidak dan kami temukan truk tangki anda menyatakan itu berisi air bersih. Tetapi setelah kita cek isinya air limbah, itu akan dibuang kemana,” kata salah seorang anggota dari Fraksi PDIP, Agus.

Hadi mengakui ketika itu dirinya tidak tahu kalau isinya limbah, sehingga saat ditanya anggota dewan yang sidak menjawab berisi air bersih.

Sebab biasanya truk tanki itu untuk mengangkut air untuk menyirami tanaman. Dalam rapat tersebut akhirnya Hadi mengakui air dalam truk itu limbah dari bak kontrol untuk dibawa ke bak penampungan.

“Saat itu saya juga terkejut, tidak mengetahui kalau bersamaan dengan anggota dewan sidak ternyata pompa di bak kontrol salah satu unit kami rusak. Kemudian kami bawa menggunakan truk ini. Ini hanya saat-saat emergenci saja,” kilah Hadi.

Kendati banyak temuan mencurigakan tersebut, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Semarang, Nurhadi menyatakan hasil analisa air limbah pada perusahaan tersebut sudah sesuai baku mutu.

Namun demikian menurut Nurhadi pihaknya akan terus meningkatkan pembinaan, pengawasan, dan meminta sejumlah perusahaan mengoptimalkan fungsi instalasi pengolahan air limbah.

“Juga meningkatkan daya tampung dan pengujian limbah berkala. Termasuk menempatkan indicator biologi,” kata Nurhadi. (BJ27)

Advertisements