Home Kesehatan Sidak Pasokan Daging, Hendi Dapati Hati Sapi Bercacing

Sidak Pasokan Daging, Hendi Dapati Hati Sapi Bercacing

912
Walikota menemukan hati sapi bercacing dari pasokan daging yang dikirim dari luar kota Semarang.

Semarang, 11/6 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Sabtu (11/06) dini hari melakukan inspeksi mendadak atau sidak di Klinik kesehatan Hewan kota Semarang di Gayamsari, melakukan pengecekan daging sapi yang dibawa dari luar kota untuk dipasarkan di kota Semarang.

Satu persatu mobil pengangkut daging sapi pada dinihari tadi dicek kadar airnya oleh orang no satu dikota semarang ini. Dari hasil temuannya selam memeriksa kurang lebih 10 kendaraan pembawa daging sapi.

Hendi sapaan akrab Walikota ternyata mendapati satu hati sapi yang tidak layak dikonsumsi atau mengandung cacing hati.

Walikota Hendrar Prihadi menjelaskan sebelum dipasarkan di sejumlah pasar tradisional dikota Semarang, ratusan kilo daging sapi ini mesti dilakukan pemeriksaan di klinik kesehatan berkaitan dengan kualitas dan kadar air dalam daging tersebut.

“Selain kualitas dalam pelaksanaan sidak ini kami juga ingin mengkroscek adanya isu daging sapi yang dicampur dengan daging celeng untuk diedarkan di semarang ini,” jelas Hendi.

Ia menyebutkan kebutuhan daging masyarakat di semarang ini mencapai 11 ton per harinya, sedangkan Rumah pemotongan Hewan (RPH) hanya mampu memenuhi 4 ton daging sapi dan selebihnya mengandalkan stok kiriman dari luar daerah.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengecek pasokan daging yang dari luar kota Semarang.
Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengecek pasokan daging yang dari luar kota Semarang.

“Antipasinya Grafik ramadhan yakni pada H-4 sampai H-1 Lebaran. Saya telah meminta kepada Dirut RPH penggaron agar ada H-5 daging sapi dapat di tambah stoknya. Sehingga tidak ada pedagang mremo karena suplai kurang karena Pemkot siap menyuplai daging sapi,” paparnya.

Lebih lanjut Hendi menuturkan saat ini stok daging sapi diperusda RPH kota Semarang terdapat 50 ekor sapi yang setiap saat dapat dikeluarkan.

“Jika Intervensi harga, pemkot sebenarnya bisa namun hal itu mesti dilihat dari hulu hingga hilir, persoalan saat ini ada pada biaya pengemukan dan pakan yang tinggi. Nah saat ini jelas bagaiman pemerintah dapat mencari solusi untuk menekan tingginya angka tersebut,” jelas Walikota Semarang.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Sri Sumarni Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) penyuplai daging sapi dari Kab. Boyolali menuturkan, saat ini suplai daging dari kelompok taninya mengalami penurunan mencapai 35 persen.

“Saat ini rata-rata daging yang dikirim ke kota Semarang hanya mencapai 50 sapi, jauh berkurang dari sebelumnya. Kami menunggu upaya dari pemerintah untuk membantu penyediaan sapi untuk mendukung stok sapi di jawa tengah dan kota semarang utamanya,” ujarnya.

Hal ini mengingat Kab. Boyolali merupakan daerah pendukung stok daging sapi no satu dijawa tengah.

Sedangkan saat disinggung langkah pemerintah tentang rencana import daging sapi, Ia mengaku tidak khawatir karena jika dilihat dari kualitas daging maka terlihat jauh lebih baik sapi lokal. “ Namun demikian kembali sebagai penyuplai daging pihaknya menyerahkan penilain tersebut kepada masyarakat selaku konsumen” imbuhnya.

Menurut Sri Sumarni, jika terjadi kelangkaan daging sapi dipasaran maka akan menyebabkan kenaikan harga daging sapi hingga diluar batas kewajaran.

“Sehingga jika kami tidak mendukung program dari pemerintah pusat yang menginginkan daging sapi di kisaran harga Rp, 80 ribu rupiah per kilo. Ya, wajar jika harga yang kami dapat sebelumnya sudah jauh diatas 80 ribu makanya kami dapat menjual diatas Rp,110 ribu,” terang Sri.

Dalam sidak tersebut Walikota Semarang Hendrar Prihadi ditemani oleh Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi dan kepala dinas Pertanian Rusdiana serta Kepala Dinas pasar Trijoto Sardjoko.

Selain di Klinik kesehatan hewan walikota juga mengunjungi RPH penggaron untuk menyaksikan langsung stok dan proses penyembelihan sapi yang nantinya akan dipasarkan. (Bj05)

Advertisements