Home Ekbis Sidak DPR RI Temukan Beras Menggumpal, Bulog Siap Olah Kembali Beras

Sidak DPR RI Temukan Beras Menggumpal, Bulog Siap Olah Kembali Beras

Stok beras di Bulog masih terpantau aman hingga Lebaran.

SUKOHARJO, 5/4 (BeritaJateng.net) – Mendapat banyak keluhan di masyarakat terkait belum di salurkannya raskin yang sudah memasuki bulan ke tiga ini, anggota DPR RI Endang Sukarti Handayani lakukan inspeksi mendadak (sidak) di gudang Bulog Triyagan Sukoharjo, Minggu (5/3).

Endang yang berasal dari dapil Sukoharjo, Klaten, Boyolali dan Solo ini ingin mengetahui alasan kenapa raskin untuk masyarakat kecil belum juga tersalurkan hampir tiga bulan lamanya.

Sebelumnya warga warga Sukoharjo keluhkan sudah dua bulan lebih sejak Januari, Februari bahkan saat ini sudah memasuki bulan Maret belum juga mendapatkan jatah penyaluran raskin.

Padahal bagi rumah tangga sasaran (RTS) yang berhak menerima raskin sebesar 15 kilo per kepala keluarga yang dihargai Rp. 1600/kilonya sangat membantu bagi masyarakat.

“Tolong untuk pendistribusian jangan sampai terlambat. Kasihan warga yang menunggu jatah beras ini,” ucap Endang di gudang Bulog Triyagan, Minggu (5/3/2017).

Usai menerima penjelasan dari Kepala Sub drive Bulog Solo Titov Agus Savilia, Endang meminta pohak Bulog untuk menunjukkan stok beras yang ada di gudang Bulog.

Saat memeriksa  salah satu karung beras yang paling lama disimpan di Gudang Bulog ternyata sudah disimpan dalam kurun waktu 10 bulan lebih.  Endangpun terlihat sedikit emosi melihat kondisi beras yang sudah menggumpal dan berbau apek.

“Bagaimana bisa beras dengan kondisi seperti ini akan disalurkan pada masyarakat,” tegas Endang dengan nada tinggi.

Sementara itu terkait keterlambatan distribusi raskin dan adanya temuan beras kurang layak konsumsi, Kepala Sub drive Bulog Solo Titov Agus Savilia menjelaskan stok beras di gudang Bulog masih aman dan mencukupi untuk beberapa bulan kedepan.

“Dengan kapasitas gudang untuk 3500 ton masih mencukupi untuk kebutuhan pangan masyarakat hingga beberapa bulan kedepan,” jelas Titov.

Namun ujar Titov, meski stok beras cukup, pihaknya masih menunggu petunjuk atau intruksi dari pusat. Dan instruksi tersebut baru diterima Jumat kemarin. Jika sudah ada instruksi Bulog akan langsung menyalurkannya dengan tiga bulan sekaligus.

“Ragulasinya tergantung dari pemerintah setempat. Mau dibagikan langsung atau dalam satu bulan dibagi tiga kali pendistribusian,” ungkap Titov

Sementara itu terkait temuan beras yang kurang memenuhi standart yang ditemukan saat sidak Agus menegaskan akan melakukan pengolahan kembali sehingga layak konsumsi. Batas maksimal penyimpanan antara empat sampai enam bulan.

“Kita pastikan beras yang akan kita salurkan tidak akan ada keluhan di masyarakat. Insya Alloh Bulog tidak akan menyengsarakan rakyat, pokoknya ‘zero complain,” pungkas Titov. (DB/EL)

Advertisements