Home Lintas Jateng Siapkan Rp 17 M, Sungai BKB Akan Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Air

Siapkan Rp 17 M, Sungai BKB Akan Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Air

4700 Lampion Diterbangkan Di Festival Banjir Kanal Barat 2017

Semarang, 23/1 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota Semarang bakal mengembangkan Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang menjadi destinasi wisata air yang bisa mendongkrak kunjungan wisatawan.

“Dulu, waktu kami bicara mau mengubah Semarang jadi kota wisata, banyak yang meragukan,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau Kampung Bulustalan di kawasan Sungai BKB Semarang, Selasa.

Ternyata, kata politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Hendi itu, pada 2016 Kota Semarang berhasil menempati peringkat kelima terbaik dalam Indeks Pariwisata Indonesia.

Menurut dia, Pemkot Semarang serius untuk membangun sektor pariwisata di Kota Semarang, terutama dengan potensi yang dimiliki Sungai BKB sebagai kawasan wisata air yang sangat menarik.

“Intinya, adalah yakin. Jadi, kalau di Kelurahan Bulustalan ini dibangun Kampung Tematik Aneka Upakarya, jangan dipertanyakan lagi apa bisa? Harus yakin kalau Bulustalan bisa berkembang,” katanya.

Ia mengatakan dukungan untuk membangun Sungai BKB yang berada di Kelurahan Bulustalan menjadi sebuah kawasan wisata menarik akan dilakukan dengan mempercantik kawasan dengan anggaran Rp17 miliar.

“Kami akan percantik kawasan BKB, termasuk di wilayah Kelurahan Bulustalan. Sudah ada anggaran Rp17 miliar yang disiapkan pada 2018. Kalau Anda yakin, untuk bergerak bersama menjadi lebih mudah,” katanya.

Hendi menambahkan aksestabilitas di kawasan Sungai BKB akan didukung peningkatan kualitas Jalan Basudewo yang akan segera dilelangkan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang.

Untuk mengoptimalkan potensi wisata Sungai BKB, kata dia, sudah ada solusi untuk mengatasi pendangkalan sungai yang menghambat aliran air dengan membangun bendung karet selama dua tahun anggaran,” katanya.

Pada tahun ini, katanya, pembangunan bendung karet dimulai dari sisi Jalan Madukoro dan pada 2019 dilakukan dari sisi Jalan Kokrosono Semarang.

“Bendung karet berfungsi untuk mengatur ketinggian air sungai secara langsam. Jadi, misalnya di sisi Jalan Basudewo mau ketinggian airnya tiga meter, bisa diatur dari muara,” katanya.

Apabila semua infrastruktur itu telah terbangun, Hendi mengatakan masyarakat Kota Semarang akan memiliki sungai yang bermanfaat untuk wisata air, seperti kano, perahu, dan wisata air lainnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Bulustalan Supardiman mengatakan masyarakat sekitar telah merencanakan membuat pasar wisata dilengkapi beberapa arena permainan anak.
www.ijasrjournal.org/wp-content/languages/new/write-my-research-papers.html

“Kami mempunyai keinginan bersama teman-teman warga Bulustalan untuk menyelenggarakan semacam pasar wisata setiap hari Minggu. Sistemnya semi permanen, jadi bisa dibongkar-pasang,” katanya. (Bj/El)