Home Lintas Jateng Shelter BRT Ngaliyan Roboh Tak Kunjung Dibenahi

Shelter BRT Ngaliyan Roboh Tak Kunjung Dibenahi

Wali kota Semarang Hendrar Prihadi meninjau 25 BRT Trans Semarang yang akan segera diluncurkan untuk mengganti BRT tak layak jalan.

Semarang, 20/1 (BeritaJateng.net) – Salah satu shelter Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang di depan kantor Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, Jalan Prof Hamka Ngaliyan Semarang, roboh, sejak Selasa (17/1) dini hari lalu. Tetapi hingga kini, shelter tersebut belum ditangani atau inisiatif dari pengelola untuk diperbaiki.

Akibatnya, pelayanan pengguna angkutan masal BRT di wilayah tersebut terganggu. Sebab, setiap bus BRT yang melintas, tidak ada yang berhenti di shelter tersebut. Kondisi shelter yang roboh itu dibiarkan terkapar begitu saja. Tidak ada evakuasi dari petugas yang memiliki kewenangan.

Belum diketahui secara pasti penyebab robohnya shelter BRT tersebut, karena pihak yang memiliki kewenangan belum bisa memberi penjelasan. Berdasarkan pantauan BeritaJateng.net di lokasi kejadian, tampak tiang-tiang besi terlepas dari landasan cor. Baik atap maupun badan shelter ringsek. Beruntung tidak menimpa warga yang melintas.

Menurut warga di sekitar lokasi, Ima, 35, diperkirakan shelter BRT tersebut roboh pada Selasa (17/1) dini hari lalu, sekitar pukul 02.00 wib. Ia sendiri mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab robohnya shelter tersebut. Namun yang jelas, kata dia, shelter roboh pasca ada truk kontainer melintas.

“Kondisinya hujan deras, sekitar pukul 02.00, tiba-tiba ada suara brak. Shelternya ambruk. Entah ambruk akibat terkena angin, atau keserempet kontainer,” kata wanita yang dini hari itu jaga warung rokok tak jauh dari lokasi.

Dikatakannya, truk kontainer tersebut melaju pelan dari arah utara (Jrakah), menuju ke selatan (arah Boja). “Kondisinya, sedang hujan dan sepi. Enggak ada orang. Di lokasi sini hanya ada dua orang, yakni saya dan bapaknya penjual warung nasi kucing,” katanya.

Setelah mendengar suara keras tersebut, Ima berusaha mengecek dan melihat shelter BRT tersebut telah roboh dalam kondisi hancur. “Enggak tahu apakah kena angin, atau keserempet badan kontainer. Tapi misalnya keserempet itu juga bisa jadi, karena posisi atap shelter agak menjorok ke badan jalan. Kalau sopir kontainer tidak melihat karena kondisi gelap, bisa jadi badan kontainer menyerempet atap shelter,” katanya.

Hingga hari ini, kata dia, belum ada penanganan. Sehingga infrastruktur shelter tersebut masih dibiarkan ringsek di lokasi. “Petugas keamanan kecamatan kemarin sudah mengecek, tapi apakah sudah dilaporkan apa belum saya tidak tahu,” katanya. (El)

Advertisements